Berita Klaten Terbaru
Masih Zona Merah, SD Klaten Ini Gelar MPLS Secara Daring, Ada Siswa Malu-malu Tampil Dalam Video
"Selain itu, anak-anak masih butuh mental yang kuat misalnya saat mereka diwawancarai pada sesi perkenalan untuk membuat video," jelasnya.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – SD Islam Terpadu (SDIT) Pelita Umat Klaten menyelenggarakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada siswa yang baru masuk kelas 1.
Kegiatan MPLS berlangsung dari Senin dan Selasa (13-14/7/2020) secara daring.
Hal tersebut disampaikan oleh Arif Saifudin Yudistira selaku Kepala SDIT Pelita Umat Klaten kepada TribunSolo.com.
"Kami menyelenggarakan MPLS kepada anak-anak TK yang memasuki jenjang SD kelas 1 secara daring," ucap Arif.
Arif mengatakan kegiatan MPLS ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kepada siswa baru di SDIT Pelita Umat.
• Dua Penjambret Mabuk yang Babak Belur Kena Massa Warga di Jebres Solo Terancam 7 Tahun Penjara
• Pendiri Pasoepati Rindu Kejayaan Persis Solo Berlaga di Kasta 1 Liga Indonesia, Idolakan Pemain Ini
"Selain itu, anak-anak SD yang mengikuti MPLS bisa belajar tentang kebijakan bagaimana sekolah di SD Pelita Umat," jelasnya.
"Prinsipnya anak-anak TK sudah berubah mainset dan pikirannya ketika sekolah di SDIT," kata Arif.
Arif mengatakan kegiatan ini melibatkan kepanitiaan dari guru-guru SDIT dan anak-anak peserta didik baru kelas 1 SDIT Pelita Umat.
"Alhamdulillah hari ini sudah diisi oleh 20 anak," kata Arif.
Dia menambahkan alasan pihaknya melakukan MPLS secara daring berdasarkan Surat Pemberitahuan Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Klaten.
"Ya bahwa status Klaten masih zona merah dan kita diminta tetap waspada terhadap virus ini," ujar dia.
Arif membeberkan kendala yang dialami saat menyelenggarakan MPLS secara daring seperti ada orang tua yang kadang bekerja sehingga mereka harus mengajak anak mereka untuk bekerja sambil mengikuti MPLS.
"Selain itu, anak-anak masih butuh mental yang kuat misalnya saat mereka diwawancarai pada sesi perkenalan untuk membuat video," jelasnya.
• Update Hasil Tracing Klaster RSUD Dr Moewardi, Mahasiswa FK UNS Positif Covid-19 Tembus 34 Orang
"Ada beberapa anak yang malu-malu dan perlu penguatan mental tapi Alhamdulillah bisa diatasi oleh wali murid," ujarnya.
Arif berharap pihak orang tua bisa bisa mengenalkan anak-anaknya tentang sekolahnya.
"Harapannya orangtua bisa lebih mengenalkan anak-anaknya tentang sekolah yang kita cintai ini," harapnya. (*)