Seabad P.K. Ojong, Kompas Gramedia Gelar Serangkaian Acara: dari Diskon Buku sampai Talk Show

Kompas Gramedia bakal menggelar rangkaian acara dalam peringatan "Seabad PK Ojong". Ada apa saja?

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
KG MEDIA
Seabad P.K. Ojong 

TRIBUNSOLO.COM - Kompas Gramedia bakal menggelar rangkaian acara dalam peringatan "Seabad PK Ojong".

Petrus Kanisius Ojong atau Auw Jong Peng-Koen lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia, 25 Juli 1920 silam dan menutup usia pada 31 Mei 1980.

Semasa hidup, P.K. Ojong merupakan salah satu pendiri Kelompok Kompas Gramedia bersama Jakob Oetama.

Untuk mengenang jasa besar dan falsafahnya dalam membangun Kompas Gramedia, serangkaian acara bakal digelar pada Sabtu (25/7/2020) mendatang dengan tajuk “Seabad P.K. Ojong”.

Adapun acara tersebut mulai dari diskon buku Gramedia hingga acara puncak berupa talk show di Kompas TV, berikut rinciannya:

1. Diskon hingga 50% untuk pembelian buku karya P.K. Ojong terbitan Penerbit Buku Kompas di gerai Kompas.id periode 20-27 Juli 2020.

2. “Bincang KG: Seabad P.K. Ojong”, edisi khusus internal KG, bersama Redaktur Senior Kompas Rikard Bagun dan Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo.

3. Webinar Penerbit Buku Kompas “Bincang Buku Serial Perang Eropa” karya P.K. Ojong, Sabtu, 25 Juli 2020, pukul 10.00-12.00 WIB.

4. Tulisan spesial redaksi "Seabad P.K. Ojong" yang dimuat di Harian KOMPAS edisi 25 Juli 2020, Kompas.com, dan Tribunnews.

5. LIVE Instagram @hariankompas “Seabad P.K. Ojong: Teladan dari Pendiri Harian Kompas” bersama Jimmy S. "Pak Bo" Harianto (wartawan senior yang sempat dididik oleh P.K. Ojong), Sabtu, 25 Juli 2020, pukul 16.30 WIB.

6. Acara puncak Talk Show "Seabad P.K. Ojong" di KompasTV bersama Redaktur Senior Harian Kompas Rikard Bagun dan Didi Kwartanada, Sejarawan sekaligus voxpop dari kalangan milenial, Sabtu, 25 Juli 2020, pukul 21.00-22.00 WIB.

Seabad P.K. Ojong (1920 - 2020)
Seabad P.K. Ojong (1920 - 2020) (KOMPAS GRAMEDIA)

Semasa hidup, P.K. Ojong dikenal sebagai pribadi yang sederhana, jujur dan bertanggung jawab.

Ia adalah pribadi yang memiliki jiwa sosial tinggi dan gemar memberikan donasi kepada yang membutuhkan bantuan.

P.K. Ojong juga dikenal sebagai seorang pekerja keras yang mengutamakan persatuan bangsa berdasarkan Bhineka Tunggal Ika.

Usai P.K. Ojong tutup usia, sebagai bentuk penghormatan kepadanya, didirikanlah patung di halaman Bentara Budaya Jakarta, suatu lembaga nirlaba yang bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved