Solo KLB Corona
Begini Penampakan BTC Solo Setelah Ditutup Sepekan, Protokol Kesehatan Diperketat
Beteng Trade Center (BTC) kembali dibuka seusai sepekan ditutup sementara lantaran adanya satu karyawan toko terkonfirmasi positif Covid-19.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beteng Trade Center (BTC) kembali dibuka seusai sepekan ditutup sementara lantaran adanya satu karyawan toko terkonfirmasi positif Covid-19.
Seperti diketahui, pusat perbelanjaan itu ditutup mulai Kamis (16/7/2020) hingga Rabu (22/7/2020).
Geliat aktivitas jual-beli di BTC kembali hidup mulai Kamis (23/7/2020).
Dari pantauan TribunSolo.com, pengunjung maupun penjual yang masuk ke kawasan pusat perbelanjaan harus memakai masker, dan melalui pengecekan suhu oleh petugas keamanan.
• Purnomo Ungkap PKS Sempat Merayu Dirinya Pasca PDIP Lebih Pilih Gibran Anak Jokowi di Pilkada Solo
• DLHK Klaten Gandeng 15 Seniman, Hasilnya 200 Karya Seni dari Sampah Tercipta dan Dipamerkan
• Pacari Anak Menteri, Awkarin Blak-blakan soal Hubungannya dengan Sabian Tama, Begini Pujiannya
• Disebut Tak Islami, Kue Klepon Malah Menjadi Perhatian Warga Solo, Pedagang jadi Sasaran Pertanyaan
Petugas keamanan yang mengecek suhu dilengkapi dengan face shield, thermo gun, dan masker.
Sejumlah penjual tampak masih merapikan dagangan mereka lantaran sepekan tak berjualan.
Meski begitu, beberapa lapak telah diserbu pembeli.
Beberapa antrean pembeli tampak di beberapa sudut lantai.
Pemilik lapak juga menerapkan protokoler kesehatan dengan menempatkan pembatas mika.
Di samping itu, masih ada beberapa lapak yang masih tutup.
Seorang penjual, Husin (26) menyampaikan para penjual memang masih merapikan barang dagangan mereka.
Itu lantaran mereka sempat pindah tempat jualan ke salah satu pusat perbelanjaan di Sukoharjo.
"Sempat ada yang pindah ke Sukoharjo, di sana bayarnya bulanan, tapi pakainya cuma seminggu," kata dia kepada TribunSolo.com.
Namun, pusat perbelanjaan itu tidak bisa menampung para penjual BTC
Mereka yang tidak mendapat lapak memilih menitipkan barang dagangan ke temannya, seperti halnya Husin.
"Akhirnya, aku pakai sistem COD dan ada yang aku titipkan ke teman juga yang ada di sana," tuturnya.
Husin enggan merinci pendapatan yang didapatkannya selama penutupan sementara BTC sepekan terakhir.
"Kemarin bisa menjual 5 sampai 10 potong per hari, paling murah Rp 60 ribu sampai Rp 200 ribu," ucapnya.
Terpisah, Direktur BTC, Henry Purwanto menyampaikan pihak saat ini telah memperketat penerapan protokoler kesehatan.
"Penjual atau pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperbolehkan masuk," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pgs2.jpg)