Breaking News:

Kisah Guru TK di Ngawi, 52 Tahun Mengabdi Karena Prihatin Anak di Desanya Sering Berkata Kasar

Kisah seorang guru TK dari Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi yang bernama Ida Rukmiyati yang mulai terjun ke bidang pendidikan karena merasa bosan.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tangkap layar kanal YouTube Tribun Solo Official
Ida Rukmiyati, seorang guru TK yang mengabdi selama 52 tahun mendirikan sekolah karena prihatin dengan tingkah laku anak-anak di desanya. 

Tak hanya itu, faktor lingkungan juga mempengaruhi keputusan Ida tersebut.

"Kami mulai memegang anak-anak untuk mengajar dari menikah dua tahun, jadi nikah 1966, 1968 sudah mulai."

"Karena jenuh di rumah, terus manfaatkan apa yang kami punya karena situasi lingkungan rumah kami," terang Ida.

 

Ida menerangkan anak-anak di desanya banyak yang sering berbicara kotor.

Hal tersebut dikarenakan kurangnya pendidikan dari orangtua mereka.

Di mana sejak pagi, mereka akan ditinggal oleh ayah dan ibu untuk bekerja di sawah maupun tempat lainnya.

Selain itu, para orangtua tidak memiliki pendidikan yang baik juga menjadi keprihatinan Ida.

Temuan-temuan itu menggerakkan hati Ida untuk mengumpulkan anak-anak.

"Dulunya itu banyak perkataan yang kotor, terjaring dari itu kami punya semangat anak-anak kecil itu saya kumpulkan," jelas Ida.

Seorang Guru TK dari Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi, Ida Rukmiyati mengungkapkan awal mula ia terjun di bidang pendidikan.
Seorang Guru TK dari Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi, Ida Rukmiyati mengungkapkan awal mula ia terjun di bidang pendidikan. (Tangkap layar kanal YouTube Tribun Solo Official)

"Kan anak-anak kecil tahun itu di rumah itu sendirian, bapak ibunya pergi ke sawah atau bekerja," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved