Breaking News:

Kisah Guru TK di Ngawi, 52 Tahun Mengabdi Karena Prihatin Anak di Desanya Sering Berkata Kasar

Kisah seorang guru TK dari Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi yang bernama Ida Rukmiyati yang mulai terjun ke bidang pendidikan karena merasa bosan.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tangkap layar kanal YouTube Tribun Solo Official
Ida Rukmiyati, seorang guru TK yang mengabdi selama 52 tahun mendirikan sekolah karena prihatin dengan tingkah laku anak-anak di desanya. 

Mulanya, hanya anak-anak yang berada di tiga atau empat rumah terdekat.

Saat dikumpulkan, mereka diajarkan hal baik mengenai kehidupan sehari-hari.

Satu di antaranya adalah bagaimana menghormati orangtuanya ketika berada di rumah.

Ida memberikan contoh untuk bersikap sopan dan santun kepada orangtua mereka.

 

"Empat sampai tiga rumah saya kumpulkan saya mengajar, yang paling baik kami ajak kepada menghormati bapak ibunya," ungkap Ida.

Meski demikian, Ida juga sempat mengalami kendala dalam mengajar anak-anak di desanya.

Tak memiliki latar belakang pendidikan, Ida menjadi bingung pelajaran apa yang bisa diberikan untuk mereka.

Ida pun memutuskan untuk mencari referensi dengan membaca buku tentang mengajar anak.

Di mana kala itu, di desa tempat ia tinggal belum ada pendidikan tingkat dini yakni taman kanak-kanak (TK).

Meski tak miliki latar belakang pendidikan, Ida Rukmiyati bersemangat untuk mengajar anak-anak di lingkungan rumahnya.
Meski tak miliki latar belakang pendidikan, Ida Rukmiyati bersemangat untuk mengajar anak-anak di lingkungan rumahnya. (Tangkap layar kanal YouTube Tribun Solo Official)

Dengan bantuan kepala desa setempat, anak-anak TK yang diajar oleh Ida mendapatkan bangku untuk sekolah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved