Breaking News:

Kisah Mbah Sogol Penjual Martabak Berusia 78 Tahun, Bermula dari Pasar Malam hingga Keliling Sendiri

Namanya, Sogol (78), warga Kampung Butuh RT 3 RW 3, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Di usianya yang sudah uzur, ia masih semangat.

Tribunsolo.com
Sogol (78) tengah membuatkan pesanan martabak pelanggan di depan SD Warga, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Selasa (21/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Namanya, Sogol (78), warga Kampung Butuh RT 3 RW 3, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Di usianya yang sudah uzur, ia masih semangat mendorong gerobak martabak hijaunya menyusuri temaram Kota Solo.

Wajahnya penuh kerut, rambutnya telah memutih, dan jalannya sudah tak lagi cepat.

Sogol bercerita pasar malam di Taman Sriwedari menjadi awal dirinya berkenalan dengan martabak.

Ikut orang menjadi satu jalan yang ditempuhnya guna mengasah kemampuan membuat martabak.

Martabak bikinannya tak segembung martabak kebanyakan, kulitnya digorengnya sampai kering.

"Saya mulanya jualan martabak ikut orang pedagang Arab, saat itu kurang lebih umur saya 20 tahun," kata Sogol kepada TribunSolo.com, Minggu (2/8/2020).

Awalnya, ia hanya membantu saat pemilik warung membuka lapak di pasar malam Sriwedari.

Sempat Ditutup 2 Minggu karena Covid-19, Gunung Pegat Bulu Diserbu Goweser hingga 600 Orang

Sempat Alami Gejala Panas dan Diare Selama 4 Hari, Satu Warga Trucuk Klaten Positif Covid-19

Itupun uang yang diterimanya belum tentu membuat dompetnya menggemuk.

Halaman
12
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved