Virus Corona
Perokok Ternyata Lebih Rentan Terpapar COVID-19, Dokter Paru Beberkan 4 Alasannya
Baru-baru ini muncul sebuah anggapan jika perokok punya risiko lebih tinggi terpapar Covid-19.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Merokok merupakan sebuah aktivatis yang tidak bisa ditinggalkan bagi sebagain orang.
Hal ini tak lepas dari sensasi yang didapat serta lingkungan di masyarakat yang membuat seseorang menjadi perokok.
• Pengacara Pelaku Penyerangan Umar Assegaf : Pelaku Bukan Mewakili Ormas
• Unggahan Haru Cucu Dewi Yull di Hari Ultah Mendiang Ibu, Rasakan Kasih Sayang Lewat Foto-foto Lawas
Baru-baru ini muncul sebuah anggapan jika perokok punya risiko lebih tinggi terpapar Covid-19.
Menjawab hal ini, dilansir dari tayangan Youtube BNPB, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR, menjelaskan soal anggapan ini.
"Bisa dilihat dari studi yang ada, bahwa seorang perokok terjadi infeksi Covid-19 sebesar 2 hingga 5 kali lebih tinggi" ujarnya.
Dokter Agus menjelaskan ada 4 hal yang membuat perokok lebih berisiko.
"Pertama karena seorang perokok jumlah reseptor ace2 lebih banyak, ini adalah tempat duduknya virus Sars Cov 2" jelasnya.
"Jadi ini sudah ada studinya dan sudah terbukti berdasar data pemeriksaan patologi darI jaringan seorang perokok" tambahnya.
Kedua adalah asap rokok terbukti menurunkan sistem imunitas terutama saluran napas.
"Ini karena bahan di asap rokok terbukti menggangu proses migrasi sel imunitas tubuh ketika melawan infeksi" ungkap Agus.
Poin ketiga adalah berhubungan dengan komorbiditas.
"Covid-19 lebih berisiko menyerang bagi yang punya penyakit komorbid, disini rokok meningkatkan penyakit komorbid lebih banyak" ujarnya.
Kemudian alasan keempat adalah karena kebiasaan perokok yang memegang rokok berulang-ulang.
"Ini yang membuat transmisi, karena tidak tau tangan dalam kondisi bersih atau tidak" jelasnya.
Sementara itu Ketua Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau/JSTT, Prof. Dra. RA. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., menambahkan risiko lain soal pendistribusian rokok yang memiliki risiko penularan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-rokok_20180508_211642.jpg)