Breaking News:

Pilkada Solo 2020

PKS Sebut Kader PAN dan Gerindra Tak Satu Suara Dukung Penuh Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Sugeng mengaku dirinya mengetahui fakta empiris bahwasanya para pendukung PAN dan Gerindra tidak satu suara soal dukungan terhadap Gibran-Teguh.

Istimewa / Dokumentasi PAN
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka menyerahkan surat rekomendasi untuk Pilkada Solo 2020 di Jakarta, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dukungan dua partai disebut-sebut tidak seratus persen mendukung pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo 2020.

Mereka yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra yang beberapa waktu ini telah meresmikan dukungan ke pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Sugeng Riyanto.

Adapun PKS saat ini hanya sendirian menahkodai kapal mencari penantang Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020.

"PKS di Solo coba menyampaikan pesan kepada PAN maupun Gerindra, meskipun rekomendasi urusan pribadi atau urusan dalam negeri masing-masing partai politik," ujar Sugeng kepada TribunSolo.com, Kamis (13/8/2020).

Indonesia Hadapi Siklus 10 Tahunan saat Pandemi, Ekonom UNS: Industri Kreatif & Pertanian Penyelamat

Janji Fahri Hamzah Seusai Mendapat Bintang Tanda Jasa dari Presiden Jokowi yang Sering Dikritiknya

"Tapi masukan juga pertimbangan tentang eksistensi partai di pemilihan 2024," tambahnya.

Sugeng mengaku dirinya mengetahui fakta empiris bahwasanya para pendukung PAN dan Gerindra tidak satu suara soal dukungan terhadap Gibran-Teguh.

"Saya mengetahui persis fakta di lapangan bahwa banyak sekali pendukung PAN dan pendukung Gerindra yang tidak menghendaki PAN dan Gerindra mendukung Gibran," akunya.

Menurut Sugeng, kalau fakta yang ditemukannya itu diabaikan saat komtestasi Pilkada Solo 2020 bisa mempengaruhi eksistensi partai.

Terlebih lagi, dalam pertarungan kontestasi di tahun 2024.

"Kalau dalam Pilkada ini, fakta pendukung itu diabaikan maka 2024 mungkin mereka akan mengabaikan dukungan ke PAN dan Gerindra," tutur dia.

"Ini problem mendasar banget problem eksistensi partai di Solo," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved