Liga Champions
Final Liga Champions PSG Vs Bayern Muenchen, Duel Strategi Dua Pelatih asal Jerman
Ada hal menarik pada laga Final Liga Champions antara PSG Vs Bayern Muenchen. Sebab, disana tetap ada "nuansa" Jerman yang kental pada laga final nant
TRIBUNSOLO.COM - Bayern Muenchen bekal menantang Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Final Liga Champions Eropa.
PSG terlebih dahulu memastikan tiket Final Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan wakil Jerman, RB Leipzig, dengan skor 3-0.
Kemudian disusul Bayern Muenchen, usai mengalahkan wakil Prancis, Olympique Lyonnais (Lyon) dengan skor 3-0.
Ada hal menarik pada laga Final Liga Champions antara PSG Vs Bayern Muenchen.
Sebab, disana tetap ada "nuansa" Jerman yang kental pada laga final nanti.
Hal itu tak lepas dari nakhoda masing-masing tim yang ditangani oleh pelatih asal Jerman.
Bayern dilatih oleh Hansi Flick, sedangkan PSG diarsiteki oleh Thomas Tuchel, eks pelatih Borussia Dortmund.
• Liga Champions, Kalah dari Bayer Muenchen, Striker Lyon: Kami Kurang Beruntung
• Sempat Ngotot, Kini Persis Solo Tiba-tiba Batal Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Grup Kompetisi Liga 2
• Pembagian Grup Liga 2 : Persis Solo Masuk Grup Neraka Ada Lawan Berat PSCS Cilacap hingga Persiba
• Usul Sebagai Tuan Rumah Grup Kompetisi Liga 2, Persis Solo Ogah Jika Hanya Ditunjuk Jadi Panpel Saja
Dikutip dari situs resmi UEFA Liga Champions, duel sesama pelatih asal Jerman itu yang menjadi kedua kalinya terjadi pada laga final Liga Champions.
Sebelumnya, pada musim 2012-2012, duel pelatih sesama Jerman pernah terjadi saat Bayern Muenchen yang ditangani oleh Jupp Heynckes melawan Borussia Dortmund yang saat itu dilatih Juergen Klopp.
Ketika itu, Bayern meraih gelar juara usai menang dengan skor 2-1.
Kini, duel pelatih sesama Jerman akan kembali tersaji pada laga final Liga Champions musim 2019-2020.
Terkait hal itu, pelatih Bayern, Hansi Flick, sangat mewaspadai PSG asuhan Thomas Tuchel.
Namun, dia mengaku siap menghadapi serangan Neymar dkk.
"PSG adalah tim yang hebat, mereka berjuang menuju semifinal dan kemudian mencapai final," ujar Hansi Flick dikutip dari situs resmi UEFA.
"Kami tahu mereka memiliki pemain yang cepat. Kami akan berusaha mengatur pertahanan kami. Kami tahu kekuatan terbesar kami adalah menempatkan lawan di bawah tekanan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-final-liga-champions.jpg)