Info Kesehatan

Kesalahan Diet pada Remaja yang Bisa Picu Masalah Kesehatan, Pola Makan yang Salah

“Baik anak laki-laki maupun perempuan mempertanyakan tentang hal ini, dan saya memberi tahu mereka bahwa diet hanyalah sebuah kata dengan 4 huruf,”

secretsofhealthyeating.com
Ilustrasi - Menurunkan berat badan 

TRIBUNSOLO.COM -  Memiliki berat badan ideal adalah impian semua orang.

Tak heran jika banyak orang melakukan diet untuk bisa mendapatkan berat badan ideal.

Salah satunya adalah kalangan remaja yang mulai mencuri perhatian karena banyak yang belum mengerti makna diet yang sebenarnya.

Ellen Rome, MD, MPH dari Cleveland Clinic menjelaskan risiko yang akan dihadapi dalam penurunan berat badan maupun penambahan berat badan pada remaja.

“Baik anak laki-laki maupun perempuan mempertanyakan tentang hal ini, dan saya memberi tahu mereka bahwa diet hanyalah sebuah kata dengan 4 huruf,” kata Rome.

Para remaja yang berdiet, atau membatasi asupan makanannya sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, pada akhirnya berat badannya justru akan semakin bertambah dari waktu ke waktu, ini karena tubuhnya berusaha bertahan hidup ketika jarus melalui fase "kelaparan" berikutnya.

Pembatasan makanan yang berkepanjangan dapat membuat tubuh mencoba untuk menimbun makanan - untuk bertahan hidup di waktu makan selanjutnya yang biasanya cenderung akan menyebabkan tubuh kelaparan lagi.

“Kami sekarang juga memiliki sekelompok remaja dengan kelainan yang disebut ortoreksia, atau kecanduan makan yang terlalu sehat,” ujar Rome.

Makan sehat bisa berpotensi berbahaya, ketika kamu menyingkirkan kebutuhan bahan bakar atau energi untuk otak dan tubuh.

Yang harus diwaspadai adalah, pola makan menghindari lemak, protein-tanpa-karbohidrat, dan tren pola makan lainnya - sebenarnya tidak sehat untuk otak yang sedang berkembang.

Banyak remaja belum memahami, bahwa lemak bukanlah musuh. Untuk perkembangan otak yang optimal, mereka membutuhkan 50 hingga 90 gram lemak per hari sejak lahir hingga usia 26 tahun.

Tubuh juga menggunakan karbohidrat dengan cara yang penting.

Menghindari karbohidrat memang dapat menyelamatkan nyawa penderita diabetes yang tidak bisa mempertahankan kadar glukosa normal saat mengonsumsi karbohidrat.

Tapi, itu bukan pola makan yang baik untuk remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.

Berat Badan Turun Secara Drastis? Waspadai Bisa Jadi Itu Gejala Diabetes

Prilly Latucinsina Akan Comeback Main Sinetron di RCTI, Aliando Dikabarkan Jadi Lawan Mainnya

Jual Bayinya Seharga Rp 30 Juta, Seorang Ibu di Kalimantan Barat Ditangkap Polisi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved