Takut Jadi Aib, Ibu Ini Diusir Keluarganya Setelah Ungkap Kasus Pemerkosaan Putrinya
Meski dia telah memergoki tersangka pada 23 Juli, dia mengklaim pria tersebut telah melakukan pemerkosaan kepada putrinya sejak Maret sebagaimana dila
TRIBUNSOLO.COM - Ungkap kasus pemerkosaan yang terjadi pada anaknya, seorang ibu ini malah diusir keluarganya.
Diketahui, ibu tersebut bernama Ifeyinwa Ezukamma (40) yang mengungkap kasus pemerkosaan putrinya yang berusia 8 tahun.
Rupanya ibu lima anak tersebut menuntut keadilan bagi putrinya karena diperkosa oleh seorang pria berusia 57 tahun yang menyewa kamar kost di rumah mereka.
Ezukamma mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu terjadi di rumah negara mereka, Ogidi, Idemili Utara, Negara Bagian Anambra, Nigeria.
Meski dia telah memergoki tersangka pada 23 Juli, dia mengklaim pria tersebut telah melakukan pemerkosaan kepada putrinya sejak Maret sebagaimana dilansir dari Guardian, Selasa (8/9/2020).
Awalnya, Ezukamma mengaku memergoki pria yang indekos di rumahnya tersebut memerkosa putrinya di kamar mandi.
“Lelaki tua itu telah memperkosa putri saya selama beberapa bulan dan mengancam akan membunuhnya jika dia memberi tahu siapa pun tentang hal itu. Itulah mengapa putri saya tidak memberi tahu saya,” kata Ezukamma.
• Evaluasi Tahapan Pendaftaran Pilkada 2020, Bawaslu Sukoharjo : Tak Taat Protokol Kesehatan Covid-19
• Berkaca dari Pendaftaran ke KPU, Bawaslu Sukoharjo Minta Tak Ada Pengerahan Massa : Bakal Dibubarkan
Suaminya lalu mengetahui insiden dan menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan dengan damai.
Selain itu, untuk tidak mengungkap masalah itu karena akan membawa aib bagi keluarga mereka.
Namun Ezukamma menolak saran suaminya dan berkeras akan menuntut keadilan bagi putrinya.
Dia lantas melapor ke organisasi perlindungan anak dan polisi.
Setelah itu, dia diusir dari rumah oleh suami dan keluarga suaminya. Kini Ezukamma menumpang di rumah kerabatnya.
Laporan awal dari Rumah Sakit Misi Iyi-Enu, Ogidi, tempat anak itu dibawa pada 4 Agustus dan diperiksa, menunjukkan adanya penetrasi.
Dokumen yang ditandatangani oleh dokter Madubuike Chinelo menyatakan bahwa insiden tersebut sangat mengarah pada pelecehan seksual.
Dokumen tersebut juga menyatakan kemugkinan penetrasi telah dilakukan hingga lima kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-korban-pencabulan.jpg)