Breaking News:

Pilkada 2020

Masih Pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Usul Debat Pilkada 2020 Digelar Virtual

Pelaksanaan debat kandidat Pilkada 2020 digelar virtual diusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat gelar halalbihalal virtual di Puri Gedeh, Minggu (24/5/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG – Pelaksanaan debat kandidat Pilkada 2020 digelar virtual diusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dikutip dari Kompas.com, selain itu, tahapan seperti penyampaian visi misi yang biasanya mengundang banyak massa, juga dapat dilakukan dengan memaksimalkan media sosial atau elektronik.

"Saya sih mengusulkan karena pendaftaran sudah, mereka sekarang pemeriksaan kesehatan, kalau bisa nanti debat-debatnya enggak usah ada lah, virtual aja. Gunakan saja medsos sebagai ajang untuk menyampaikan gagasan. Mungkin tidak akan maksimal, tapi kita mesti hati-hati untuk mencegah (penularan Covid-19)," ucap Ganjar saat ditemui di kantornya, Rabu (9/9/2020).

Ganjar mengingatkan agar Pilkada 2020 dilaksanakan dengan hati-hati.

Hal itu juga disampaikan Ganjar saat mengikuti Rakorsus Tingkat Menteri yang dipimpin Menko Polhukam melalui konferensi video.

“Sifatnya sebenarnya brief dan mengingatkan ya, agar tidak terjadi situasi yang nanti memengaruhi kondisi kesehatan karena lagi pandemi. Intinya kita diminta untuk mempersiapkan dengan hati-hati,” katanya.

Ganjar kemudian menyinggung kejadian di Boyolali, di mana 96 pengawas pemilu ad hoc di Kabupaten Boyolali dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah menjalani tes swab.

Rapat Umum Masa Kampanye Pilkada Solo Hanya Boleh Sekali, Begini Tanggapan Ketua DPC PDIP FX Rudy

Tahapan Pilkada Solo 2020 Picu Kerumunan, KPU Perketat Protokoler Covid-19 : Jangan Ada Klaster

Presiden Jokowi Soroti Kerumunan Massa saat Pendaftaran Pilkada 2020 : Tidak Bisa Dibiarkan

Dari 96 pengawas yang dinyatakan positif, sebanyak 20 orang merupakan pengawas tingkat kecamatan.

Sedangkan 76 lainnya adalah pengawas tingkat kelurahan/desa.

Menurut Ganjar, hal tersebut berbahaya bila tidak diinformasikan dan disiapkan secara baik.

“Nah ini kalau mereka tidak mendapatkan informasi yang baik, cara kerja yang baik, perlindungan peralatan atau APD yang baik, ini bahaya,” tegasnya.

Ditanya apakah ada sorotan khusus dari 21 Kota/Kabupaten yang menggelar Pilkada 2020, Ganjar menyebut hanya Kota Semarang patut dicermati karena zona merah.

“Hari ini yang disebutkan oleh pusat hanya Kota Semarang kok, maka di Kota Semarang memang harus lebih ketat memberlakukan itu (protokol kesehatan),” tegasnya.

(KOMPAS.COM / Riska Farasonalia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Penularan Covid-19, Ganjar Usul Debat Kandidat Digelar Virtual".

Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved