Hasil Studi Menunjukkan Pria dengan Gaji Tinggi Rawan Idap Hipertensi, Simak Penjelasan Ilmiahnya
Mereka menemukan, pria dengan penghasilan tinggi mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami tekanan darah tinggi.
TRIBUNSOLO.COM -- Menjadi impian banyak pria untuk memperoleh penghasilan tinggi.
Namun memiliki banyak uang bisa mendatangkan banyak masalah bisa saja menimbulkan sejumlah masalah terkait kesehatan.
Hal itu antara lain disebutkan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Jepang baru-baru ini.
• Akses ke Kantor Kemenag Dibatasi, Buntut Menteri Agama Positif Covid-19
• Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Pada 7 September Masih Rapat di Istana
Mereka menemukan, pria dengan penghasilan tinggi mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami tekanan darah tinggi.
Penelitian yang dipresentasikan di Annual Scientific Meeting of the Japanese Circulation Society ke-84 ini meninjau kaitan antara penghasilan dan tekanan darah pada 4.314 karyawan.
Ketika pertama kali diteliti pada 2012, seluruh peserta memiliki tekanan darah normal.
Peneliti membagi penghasilan tahunan pekerja ke dalam empat kelompok, yaitu kurang dari 48.000 dollar AS (sekitar Rp 704 juta), 48.000-76.500 dollar AS (Rp 704 juta - Rp 1,1 miliar), 76.500-95.500 dollar AS (Rp 1,1 miliar - Rp 1,4 miliar), dan lebih dari 95.500 dollar AS.
Selama dua tahun, peneliti menemukan pria yang berpenghasilan lebih dari 95.500 dollar AS per tahun berisiko dua kali lipat terkena tekanan darah tinggi dibandingkan pria dengan penghasilan kurang dari 48.000 dollar AS per tahun.
Pria dengan penghasilan sedang masih berpeluang mengalami tekanan darah tinggi, tetapi hanya sekitar 50 persen.
Menurut salah satu penulis penelitian, Shingo Yanagiya, tekanan darah tinggi adalah penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup.
"Sebagai dokter yang menangani pasien ini, saya ingin tahu apakah risiko tekanan darah tinggi bervariasi pada tiap kelas sosial ekonomi untuk membantu kami memfokuskan upaya pencegahan."
Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Gangguan kesehatan itu meliputi serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit ginjal atau gagal ginjal, kehilangan penglihatan, disfungsi seksual, angina (nyeri dada akibat kurangnya aliran darah ke jantung), dan penyakit arteri perifer (arteri menyempit atau tersumbat).
Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai silent killer karena banyak orang tidak mengalami gejala apapun yang menunjukkan kondisi kesehatan mereka sedang menurun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu miliar orang di dunia menderita tekanan darah tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/hipertensi_20160703_221039.jpg)