Berita Wonogiri Terbaru
Viral Balap Lari Liar di Jalanan, Kapolres Wonogiri: Kalau Nakat, Kita Bubarkan
"Pada prinsipnya kan kegiatan ini menimbulkan kerumunan, dan tidak memiliki izin (ilegal)," katanya, Senin (21/9/2020).
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Balap lari jalanan saat ini marak digelar oleh sekelompok masyarakat.
Bahkan, balap lari ini viral dan digelar hampir di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Wonogiri.
Namun sayangnya, balap lari ini dilakukan secara ilegal, tanpa memperhatikan prosedur keamanan dan protokol kesehatan.
• Balap Lari Jalanan di Cemani, Kades: Warga Sempat Mengira Balap Motor Liar & Menggangu
• Nonton Balap Lari Jalanan di Cemani, Ratusan Pemuda Bubar Saat Polisi Datang
Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing mengatakan, pihaknya akan menindak tegas jika menemukan lomba lari ilegal ini.
"Pada prinsipnya kan kegiatan ini menimbulkan kerumunan, dan tidak memiliki izin (ilegal)," katanya, Senin (21/9/2020).
"Kalau kami menemukan kegiatan itu, akan kami bubarkan," imbuhnya.
Disisi lain, sejumlah kelompok pemuda di Wonogiri menggelar kegiatan ini dengan ilegal.
Dari informasi yang dihimpun, balapan lari ini sudah digelar sebanyak empat kali di jalan raya depan pasar Wonogiri Kota.
Untuk menghindari razia petugas, biasanya kelompok pemuda ini melakukan lomba tersebut pada tengah malam.
Teknis lombanya sendiri hanya orang dengan menggunakan pakaian seadanya, dan biasa nyeker, adu cepat lari dengan jarak sekitar 40 meter.
"Kami bersama satgas Covid-19 tengah gencar melakukan penegakan protokol kesehatan," kata dia.
"Sehingga kami ingin meminimalisir adanya kegiatan yang melanggar protokol kesehatan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sosok-kapolres-wonogiri-akbp-cristian-tobing.jpg)