Sejarah Kota Solo
Asal-usul 'Mburi RRI' Jadi Daerah Prostitusi di Solo : Temani Malam Para Penunggu Kereta Selanjutnya
Asal-usul 'Mburi RRI' Jadi Daerah Prostitusi di Solo : Temani Malam Para Penunggu Kereta Selanjutnya
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Aji Bramastra
Kelurahan Gilingan, tepatnya di belakang Terminal Purwodadi juga menjadi area mangkal untuk menarik konsumen.
Akibat kegiatan prostitusi, wilayah ini sering menjadi zona merah penyakit HIV-AIDS, dari penularan aktivitas seksual tanpa kontrasepsi.
Beruntung, warga Kestalan dan sekitarnya semakin sadar akan bahaya lokasi prostitusi.
Menurut informasi dari Kelurahan Kestalan, tidak ada warganya yang turut campur dalam aktivitas transaksi seksual.
Ada semacam aturan tak tertulis, bahwa masyarakat setempat tidak boleh mengotori atau melakukan pelanggaran di sekitar lingkungannya sendiri.
Termasuk berhubungan seks dengan para PSK.
Walau tidak jarang kerap mendapat diskon dari para mucikari sebagai bentuk penghormatan kepada warga asli.
Sejarah Prostitusi Kestalan
Keberadaan kegiatan prostitusi di Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, ternyata bukanlah hal baru.
Tidak seperti prostitusi online yang baru marak saat era digital saat ini.
Prostitusi pada salah satu kelurahan di Kecamatan Banjarsari ini telah ada sejak era Kolonial Belanda masih berkuasa.
Keberadaan Stasiun Solo Balapan yang telah berdiri sejak 10 Februari 1870 menjadi salah satu penyebabnya.
Hal ini diceritakan oleh Beni Susetyo, sosok penanggung jawab dalam penanggulangan HIV di Kelurahan Kestalan.
Pada saat pertama berdiri, Stasiun Balapan masih sangat terbatas dalam fasilitas.
Sehingga tak jarang para penumpang harus transit untuk menunggu jadwal kereta yang akan melaju berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mburi-rri-solo-kawasan-lokalisasi.jpg)