Penanganan Covid
Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Bepergian saat Libur Panjang demi Tekan Penyebaran Covid-19
Wiku menambahkan, saat libur panjang terjadi pangka kenaikan absolut pada tes dengan hasil positif mencapai 3,9 persen dalam dua minggu.
TRIBUNSOLO.COM -- Imbauan disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kepada masyarakat terkait aktivitas libur panjang pada akhir Oktober 2020 mendatang.
Wiku mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar rumah, tempat kerumunan, atau pulang kampung saat libur panjang Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020).
"Hal itu dilakukan guna menekan kasus penyebaran Covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (20/10/2020).
Baca juga: Indofarma Segera Luncurkan Rapid Test Covid-19 Lewat Hembusan Nafas Karena Dinilai Lebih Efisien
Baca juga: Melihat Urutan Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Tahun 2020, Apakah Anda Termasuk?
Namun, jika mendesak harus keluar rumah, Wiku mengingatkan agar masyarakat menegakkan protokol kesehatan.
Adapun protokol kesehatan yang dimaksud Wiku yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.
Wiku mengatakan seperti itu karena tidak ingin terjadi kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 akibat adanya libur panjang, seperti pada periode libur Idul Fitri 2020.
Saat itu, akibat adanya libur panjang terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan positif Covid-19.
"Kenaikannya sekitar 69 persen sampai 93 persen sejak hari libur lebaran dengan rentang waktu 10 hari sampai 14 hari," kata Wiku
Menurut Wiku, hal serupa juga terjadi saat libur panjang Kamis (20/08/2020) hingga Minggu (23/08/2020).
"Kenaikan jumlah kasus hariannya sebanyak 58 persen hingga 118 persen sejak libur panjang pekan ketiga bulan Agustus 2020 dengan rentang waktu 10 hari sampai 14 hari," jelasnya.
Wiku menambahkan, saat libur panjang itu terjadi pula angka kenaikan absolut pada tes dengan hasil positif mencapai 3,9 persen dalam dua minggu di tingkat nasional.
Peran perusahaan cegah karyawan berpergian
Oleh karenanya, guna mencegah bertambahnya kasus, Wiku mendorong agar perkantoran dan perusahaan melakukan antisipatif bagi karyawan yang hendak berpergian.
"Perusahaan diimbau untuk meminta karyawan melaporkan ke kantor, terutama yang pergi ke zona oranye dan merah," imbuh Wiku seperti dimuat dalam covid19.go.id, Rabu (21/10/2020).
Selain itu, Wiku mengimbau perusahaan mendorong karyawannya menjalani isolasi mandiri jika mengalami gejala demam, gangguan pernafasan, atau hilang indera perasa dan penciuman setelah libur panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/nmjuy76t.jpg)