Update Gunung Merapi
Sah! Sleman Tanggap Darurat Bencana Merapi Gegara Status Jadi Siaga, Klaten dan Boyolali Kapan?
Ada sejumlah daerah/kabupaten yang bakal terdampak dan menjadi lokasi berbaya jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus.
TRIBUNSOLO.COM - Ada sejumlah daerah/kabupaten yang bakal terdampak dan menjadi lokasi berbaya jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus.
Di antaranya yakni Kabupaten Sleman DIY, Magelang, Klaten hingga Boyolali.
Namun baru Pemkab Sleman yang sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 76/Kep.KDh/A/2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi.
Status tanggap darurat tersebut ditetapkan untuk menindaklanjuti peningkatan status Gunung Merapi dari Waspada (level 2) menjadi Siaga (level 3).
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan SK tersebut telah ditandatangani kemarin, Kamis (05/11/2020).
Status tanggap darurat bencana Gunung Merapi ditetapkan pada 05 November hingga 30 November.
Baca juga: Anda Guru & Tenaga Kesehatan? Hari Pahlawan Ini PT KAI Bagikan 10.000 Voucher Tiket KA, Ini Caranya
Baca juga: Kesal Gaji Tak Dibayar, Pekerja Bangunan Ini Hancurkan Rumah yang Sedang Dibangunnya
Baca juga: Jika Gunung Merapi Kian Memburuk, BPBD Karanganyar Siap Berangkat Demi Bantu Evakuasi Warga
"Tujuannya adalah menanggapi kedaruratan, sekarang status Gunung Merapi naik menjadi Siaga. Kami harus mempersiapkan pembiayaan untuk menangani Kedaruratan," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Bupati Sleman, Jumat (06/11/2020).
Dengan penetapan status darurat bencana Gunung Merapi, dana kedaruratan bisa dimanfaatkan oleh dinas terkait seperti BPBD Sleman, Dinas Sosial Sleman, Dinas Sosial Sleman, dan lain-lain untuk keperluan mendesak.
"Dana untuk menggerakkan berbagai macam kegiatan, dengan BPBD, Dinkes, Dinsos, untuk pengungsian, bisa mengeluarkan anggaran yang sifatnya emergency," lanjutnya.
"Kita punya anggaran Rp 30 miliar lebih untuk dua bulan, sehingga bisa dimanfaatkan dengan leluasa," sambungnya.
Sebelumnya, Kabid Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Aji Wibowo mengungkapkan Kabupaten Sleman memiliki anggaran darurat sebesar Rp 57 Miliar.
Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp 25 Miliar sudah dimanfaatkan untuk penanganan COVID-19.
"Aspek keuangan Alhamdulillah kita tambah Rp53 Miliar, sehingga total ada Rp 57Miliar. Yang Rp25 Miliar sudah dimanfaatkan untuk penangana COVID-19. Sedangkan sisanya Rp 32 Miliar cadangan. Bisa digunakan untuk Merapi dan COVID-19. Masih cukup sampai 31 Desember," ungkapnya.
Baca juga: Penampakan Gunung Merapi di Tengah Level Siaga: Pantauan Aktivitas - Lokasi Penambangan Sepi
Baca juga: Kronologi Naiknya Status Merapi dari Waspada ke Siaga, Tapi BPPTKG Belum Rekomendasikan Pengungsian
Kronologi Naiknya Status Merapi
Aktivitas di tubuh Gunung Merapi kian tinggi, terlebih hari ini Kamis (5/11/2020) stausnya meningkat dari waspada menjadi siaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/penampakan-gunung-merapi-dari-kawasan-objek-w.jpg)