Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Geger Gantung Diri di Ngemplak

Surat Terakhir Wanita Gantung Diri : Aku Banyak Kekurangan, Gak Seperti Mantanmu yang Kamu Banggakan

Seorang perempuan di Kabupaten Boyolali yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, meninggalkan surat terakhir untuk lelakinya.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Surat wasiat AK (29) yang dibuat sebelum mengakhiri hidup di perumahan kawasan Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (12/11/2020) malam . 

Kapolsek Ngemplak, AKP M Arifin membenarkan jika kejadian nahas tersebut dipicu masalah keluarga.

"Tapi masih kita dalami," katanya singkat.

Ibu Rumah Tangga

Aksi nekat dilakukan seorang ibu rumah tangga di Nunukan, Kalimantan Utara.

Ia ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kontrakan 2 lantai di jalan Pendidikan Rt.02 Nunukan Utara, Selasa (10/11/2020).

Seutas tali rafia membelit lehernya yang membiru dengan bekas jeratan, sementara anak perempuan berusia sekitar 11 bulan menangis keras tak jauh dari tempat si ibu gantung diri.

Baca juga: Susul Sang Anak, Kerbau Bule Keraton Solo Nyai Manis Meninggal Dunia, Punya Riwayat Sakit Pencernaan

Baca juga: Tak Hanya Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah Diimbau Kampanye Penggunaan Hak Pilih Pilkada 2020

‘’Kejadiannya kemarin maghrib itu, kami juga tidak tahu, cuman mendengar saja bayi perempuan Kak N yang 11 bulan itu menangis terus, mereka di kamar dan posisi pintu terkunci," ujar Dewi tetangga korban menceritakan, Rabu (11/11/2020).

Dewi menuturkan, ia sudah bertetangga dengan korban N dan sama sama menjadi penghuni rumah sewa selama 3 tahun.

Ada 4 petak yang disewakan di rumah tersebut, 2 kamar di lantai atas berstruktur kayu, dan 2 kamar di lantai dasar merupakan tembok atau permanen.

Ia juga mengatakan jarang bertemu dan mengobrol dengan N.

Selain pendiam, N juga jarang turun ke bawah untuk berkumpul dengan sesama penyewa rumah.

‘’Ada dua dia punya anak, pertama usianya 3 tahun laki laki, anak pertamanya lebih sering ikut atoknya (kakeknya) dan kedua masih susu badan umurnya 11 bulan."

"Cuma memang kami jarang ngobrol, ya begitulah sibuk masing masing.’’katanya.

Dewi juga tidak menyangka N bunuh diri.

Padahal, sejak 3 tahun bertetangga, ia jarang melihatnya cekcok dengan suaminya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved