Geger Gantung Diri di Ngemplak
Surat Terakhir Wanita Gantung Diri : Aku Banyak Kekurangan, Gak Seperti Mantanmu yang Kamu Banggakan
Seorang perempuan di Kabupaten Boyolali yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, meninggalkan surat terakhir untuk lelakinya.
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
Jika terjadi keributan, Dewi dan penghuni kamar bawah akan mendengar suara gaduh karena lantai bagian atas terbuat dari kayu.
Sementara saat kejadian, Dewi hanya mendengar anak anak menangis keras tidak ada keributan yang terjadi.
"Memang waktu itu istrinya pulang balik kelihatan ndak enak hati, sempat dengar suara waktu Maghrib macam kesurupan, kami juga ndak berani naik, tahu tahu sudah ribut katanya gantung diri,"Dewi bercerita.
Kaur Sub Bagian Humas Polres Nunukan Iptu.Muhammad Karyadi mengungkapkan, N (31) diduga bunuh diri.
Kontak bantuan
*Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah Hotline Psychology Mobile RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta 08122551001
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Cekcok Gara-gara Anak Menangis, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri