Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Geger Gantung Diri di Ngemplak

Surat Terakhir Wanita Gantung Diri : Aku Banyak Kekurangan, Gak Seperti Mantanmu yang Kamu Banggakan

Seorang perempuan di Kabupaten Boyolali yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, meninggalkan surat terakhir untuk lelakinya.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Surat wasiat AK (29) yang dibuat sebelum mengakhiri hidup di perumahan kawasan Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kamis (12/11/2020) malam . 

Jika terjadi keributan, Dewi dan penghuni kamar bawah akan mendengar suara gaduh karena lantai bagian atas terbuat dari kayu.

Sementara saat kejadian, Dewi hanya mendengar anak anak menangis keras tidak ada keributan yang terjadi.

"Memang waktu itu istrinya pulang balik kelihatan ndak enak hati, sempat dengar suara waktu Maghrib macam kesurupan, kami juga ndak berani naik, tahu tahu sudah ribut katanya gantung diri,"Dewi bercerita.

Kaur Sub Bagian Humas Polres Nunukan Iptu.Muhammad Karyadi mengungkapkan, N (31) diduga bunuh diri.

Kontak bantuan

*Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah Hotline Psychology Mobile RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta 08122551001

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Cekcok Gara-gara Anak Menangis, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved