Pembukaan Pasar Budaya Sangiran

Beli di Pasar Budaya Sangiran Sragen Harus Tukar Rupiah dengan Koin,Sensasi Tempo Dulu Begitu Terasa

Ia mengatakan, satu keping koin yang dibeli dengan harga Rp 2.500, tapi ketika dibelanjakan nominalnya hanya Rp 2.000. 

Tayang:
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Pasar Budaya Sangiran di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen yang menawarkan berbagai barang, Jumat (13/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pembukaan Pasar Budaya Sangiran di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menawarkan kuliner serta kerajinan asli Sangiran. 

Namun untuk bisa membeli makanan ataupun kerajinan, pengunjung harus menukarkan mata uang rupiah dengan koin kuno terlebih dahulu. 

"Cukup dengan uang Rp 2.500 bisa menukarkan koin," ujar salah satu pengurus, Paryanti saat ditemui di lokasi pada Jumat (13/11/2020). 

Ia mengatakan, satu keping koin yang dibeli dengan harga Rp 2.500, tapi ketika dibelanjakan nominalnya hanya Rp 2.000. 

Baca juga: Warga Dusun Sangiran Sragen Bangkit di Tengah Pandemi, Buat Pasar Budaya Demi Jadi Desa Wisata

Baca juga: Letak Museum Purbakala Ada di Daerah Lain, Warga Asli Sangiran Ungkap Tak Kena Dampak Ekonominya

Adapun yang dijual dalam pasar budaya tersebut adalah hasil bumi. 

"Ada yang jual umbi dan pisang hasil dari tanaman warga sini," kata dia. 

Selain itu, untuk kerajinan tangan yang dijual ialah di antaranya dari pohon bambu hingga batu.

"Bambunya diubah menjadi wakul, besek, caping, dan tampah," jelasnya. 

Lurah Pasar Budaya Sangiran, Putut Ari Wibowo menambahkan, setidaknya ada 30 penjual yang tergabung dalam pasar budaya tersebut. 

"Yang utama dijual ya kuliner asli Sangiran dan kerajinan," katanya.

Ingin Jadi Desa Wisata

Sebelumnya, warga di Dusun Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menggagas pasar budaya. 

Pasar budaya akan mulai dibuka hingga sampai Minggu (15/11/2020). 

Lurah Pasar Budaya Sangiran, Putut Ari Wibowo menjelaskan, tujuan dari adanya pasar budaya adalah untuk menjadikan Dusun Sangiran sebagai desa budaya. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved