Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo Terbaru

Fermentasi Ciu Bekonang Sukoharjo Bisa Jadi Alkohol 95 Persen untuk Medis, Ini Fungsinya

Ketua Paguyuban Etanol Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Sabariyono mengatakan, ada beberapa bahan dasar untuk pembuatan alkohol. 

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Ketua Paguyuban Etanol Bekonang, Sabariyono saat menunjukkan rumah produksi etanol di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Senin (16/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sejak tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah membina dan mengelola perajin etanol dan ciu di Kecamatan Mojolaban hingga Polokarto. 

Ketua Paguyuban Etanol Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Sabariyono mengatakan, ada beberapa bahan dasar untuk pembuatan alkohol. 

Namun untuk perajin di Mojolaban dan Polokarto, lebih memilih menggunakan bahan dasar tetes tebu yang didapat dari Pabrik Gula yang ada di Pulau Jawa. 

Baca juga: Awas Banjir Sapi dari Pengungsi Merapi, Pemkab Sukoharjo Sebut Bisa Bikin Harga Anjlok,Ini Alasannya

Baca juga: Jika RUU Minuman Beralkohol Disahkan, Puluhan Perajin Ciu Bekonang Gelisah : Kami Nanti Kerja Apa?

"Kalau di daerah lain ada yang menggunakan bahan baku seperti singkong yang ada di Sumatra, lalu nira kelapa seperti di daerah Kebumen," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (16/11/2020).

Proses pembuatan ciu dan alkohol di Bekonang ini seperti membuat tape, dengan melalui proses peragian. 

Hanya saja yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadarnya.

Ciu memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis di atas 90 persen.

"Tetes tebu sebagai bahan dasar, kemudian ada proses peragian, untuk menumbuhkan benih-benih mikroba," jelasnya. 

Mikroba ini nanti yang akan memakan kadar gula yang ada pada tetes tebu. 

Fermentasi ini dilakukan selama satu minggu. 

"Hasil fermentasi itu kemudian diproses sehingga menjadi ciu," jelasnya. 

Ciu tersebut kemudian di proses lagi, dengan peragian dan penyulingan sebanyak dua hingga tiga kali. 

"Tiap kali penyaringan, kita butuh waktu tiga hari," jelasnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kadar alkohol sebesar 95 persen. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved