Berita Sukoharjo Terbaru
Pedagang Sapi di Pasar Bekonang Mengeluh, Harga Jual Anjlok, Sapi Simental Dihargai Rp 13 Juta
"Tak hanya pedagang sapi saja yang mengeluh, tapi tukang jagal sapi juga. Karena sepinya pesanan," jelasnya.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ilham Oktafian
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sejumlah pedagang di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo mengeluhkan sepinya pembeli.
Hal ini berimbas pada anjloknya harga sapi di Pasar Hewan Bekonang.
Menurut salah seorang pedagang sapi, Tio, ada penurunan harga sapi sekira 10 persen dari harga normal.
"Iya, harga sapi sedang menurun kerena banyak pedagang tapi pembelinya kurang," katanya, Senin (16/11/2020).
Dia menuturkan, jenis sapi simmental yang biasanya dikisaran harga Rp 15 juta, kini harganya hanya Rp 13 juta.
"Tak hanya pedagang sapi saja yang mengeluh, tapi tukang jagal sapi juga. Karena sepinya pesanan," jelasnya.
Terkait dengan erupsi Gunung Merapi, Tio mengatakan tidak begitu mempengaruhi harga sapi di Pasar Hewan Bekonang.
Baca juga: Lestarikan Sapi Jawa, Paguyuban Sapi di Klaten Gelar Acara Menunggangi Sapi, Diikuti Puluhan Peserta
Sebab, para pengungsi Gunung Merapi kebanyakan menjual hewan ternak mereka di kawasan Kabupaten Boyolali dan Klaten.
"Kalau disini tidak terpengaruh (penjualan sapi warga lereng Gunung Merapi)." kata dia.
"Tapi faktornya memang karena sepinya pembeli," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan UMKM (DisperindakUMKM) Sukoharjo, Sutarmo membenarkan hal tersebut.
"Dari pantauan kami memang ada penurunan harga sapi, tapi tidak signifikan," ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut wajar terjadi di Pasar, karena jumlah pembeli yang flukuatif.
"Kalau dilihat dari siklusnya, kemungkinan bulan depan (saat Nataru) akan kembali normal," tandasnya. (*)
Baca juga: Sapi Kurban Jokowi 1,03 Ton Disembelih, Bisa Hasilkan 900 Kantong Daging yang Diantar ke Rumah Warga
Baca juga: 1 Hewan Kurban di Tempat Penyembelihan Sapi Presiden Jokowi di Masjid Agung Solo Terjangkit Gudikan