Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo Terbaru

Sejarah Desa Bekonang Sukoharjo : Dikenal Penghasil Ciu, Sejak Kolonial Jadi Minuman Menir Belanda

Selain etanol, Desa Bekonang juga sangat identik dengan minuman keras tradisional yang disebut ciu. 

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok
Ciu yang sedang di-fermentasi di pusat produksi etanol di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoahrjo. 

"Sementara untuk minuman, ya dikonsumsi," imbuhnya. 

Dikatakan, yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.

Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis di atas 90 persen.

Proses Pembuatan Ciu

Ciu merupakan sebuah minuman tradisional yang memiliki kadar berakohol cukup tinggi. 

Salah satu sentra pembuatan Ciu yang paling banyak ditemui dan legendaris yakni di Mojolaban, Polokarto, Sukoharjo.

Ya, Desa Bekonang memang sangat lekat dengan minuman keras tersebut.

Disampaikan oleh Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono (77) jika Ciu sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu. 

Hingga saat ini, ratusan pengrajin ciu dan etanol menggantungkan hidup dari produksi alkohol ini. 

"Kalau jumlah pengrajin, sebenarnya paling banyak ada di Polokarto, ada sekitar 90 orang." katanya, Senin (16/11/2020).

"Kalau di Mojolaban hanya sekitar 50 orang, tapi terkenalnya di Bekonang ini," imbuhnya. 

Yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.

Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis diatas 90 persen.

Di Bekonang, bahan dasar yang digunakan untuk membuat kedua jenis cairan tersebut berasal dari tetes tebu. 

Tetes tebu itu didapat pengrajin dari sejumlah pabrik gula yang ada di Jawa. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved