Berita Sukoharjo Terbaru
Sejarah Desa Bekonang Sukoharjo : Dikenal Penghasil Ciu, Sejak Kolonial Jadi Minuman Menir Belanda
Selain etanol, Desa Bekonang juga sangat identik dengan minuman keras tradisional yang disebut ciu.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Tetes tebu sebagai bahan dasar, kemudian ada proses peragian, untuk menumbuhkan benih-benih mikroba," jelasnya.
Mikroba ini nanti yang akan memakan kadar gula yang ada pada tetes tebu.
Fermentasi ini dilakukan selama satu minggu.
"Hasil fermentasi itu kemudian diproses sehingga menjadi ciu," tandasnya.
Baca juga: RUU Miras Digodok, PHRI: Tidak Begitu Pengaruhi Pariwisata, Konsep Solo Itu Wisata Sejarah
TANGGAPI RUU Minuman Beralkohol
Kebimbangan dirasakan oleh perajin ciu menyusul pembahasan RUU Minuman Beralkohol.
Diketahui jika saat ini DPR tengah menggodok RUU yang melarang konsumsi alkohol itu.
Salah satu sentra ciu kenamaan di Bekonang mengaku galau akan RUU tersebut.
Ketua Paguyuban Etanol di Bekonang, Sabariyono mengatakan, seandainya RUU tersebut disahkan, dia khawatir mata pencahariannya dan teman-teman seprofesinya akan hilang.
"Saya telah melihat pembahasan itu di TV, ada yang pro dan ada yang kontra," katanya, Sabtu (14/11/2020).
"Kalau RUU miras itu disahkan, kami khawatir tidak punya aktivitas dan jadi menganggur," jelasnya.
Namun di sisi yang lain, dari segi sosial dan kesehatan, dia setuju masyarakat tidak mengonsumsi minuman berakohol.
Terlebih, untuk generasi muda penerus bangsa, karena miras dapat menimbulkan dampak negatif.
"Sebenarnya kalau alkohol ini dijual dalam wujud ciu (Miras), saya kurang sepakat." jelasnya.
"Karena untuk menyelamatkan generasi muda agar lebih baik, jangan meminum minuman yang bisa buat negatif," imbuhnya.