Penanganan Covid
Cerita Elvy Sukaesih Dinyatakan Positif Covid-19 hingga Sembuh : Covid-19 Bukan Hoaks
Ia pernah mengalamaninya dan bersyukur bisa sembuh dan kembali beraktivitas.
TRIBUNSOLO.COM - Setiap orang memiliki potensi terpapar Covid-19.
Seperti halnya Elvy Sukaesih menegaskan covid-19 benar-benar ada.
Baca juga: 908 Pedagang Pasar Sidoharjo Wonogiri di Swab Test, Ditemukan 93 Orang Positif Covid-19
Ia pernah mengalamaninya dan bersyukur bisa sembuh dan kembali beraktivitas.
"Kalau dibilang itu (covid) tidak ada, itu ada. Jadi bukan hoaks," kata Elvy Sukaesih ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2020).
Elvy Sukaesih meminta kepada masyarakat untuk tidak menganggap enteng pandemi covid-19.
Sebab, virus itu berbahaya dan membuat pasiennya menderita. Terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah dan penyakit penyerta.
"Karena saya sudah ngerasain banget kemarin seperti apa. Sampai Umi trauma karena (positif covid-19) kemarin," ucapnya.
Elvy merasa setelah sembuh, dirinya masih tetap dihantui virus covid-19 ditengah aktivitasnya.
Sebab, ketika dinyatakan positif covid-19, yang dirasakan Elvy adalah mual, sering buang air, sakit di ulu hati layaknya orang terkena tifus.
"Dari situ saya langsung periksa darah, infus segala macem karena syaa udh mulai lemes tapi ternyata tifusnya enggak ada. Justru mengarah ke makhluk kecil itu (covid)," jelasnya.
"Akhirnya saya cek paru-paru juga kan, tapi bagus (hasilnya). Jadi lucu gitu loh. Besoknya saya berangkat lagi ke rumah sakit di kawasan Tangerang untuk CT scan dan Swab. Dari situ baru ketahuan," tambahnya.
Setelah sebulan berjuang melawan covid-19 dan sebulan lagi melakukan pemulihan, Elvy Sukaesih bersyukur dirinya sudah sembuh dan bisa berkumpul bersama keluarga.
"Masya Allah mungkin karena kekuatan doa, berkat doa semua yang sayang dan cinta sama aku. Alhamdulillah dengan izin Allah aku masih bisa dikasih panjang umur," ujar Elvy Sukaesih.
Update Vaksin Covid-19 : Izin Darurat Vaksin Covid-19 Direncanakan Keluar Akhir Januari 2021
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito memaparkan kemungkinan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dapat keluar pada akhir Januari 2021.
Baca juga: Terus Kawal Pengembangan Vaksin Merah Putih, Satgas Covid-19 Sebut Proyeksi Distribusi pada 2022
Kini BPOM, peneliti, sponsor, berusaha pro aktif, menjunjung transparansi, menempati waktu yang sudah disepakati untuk pemberian EUA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/elvy-sukaesih_20180330_134344.jpg)