Breaking News:

Penanganan Covid

Dokter Reisa : Sampai Nanti Vaksin Covid-19 Sudah Ada, Ingat Disiplin 3M

Di tengah pandemi, produksi vaksin pun masih terus dikembangkan pemerintah.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
dr Reisa Broto Asmoro 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Di tengah pandemi, produksi vaksin pun masih terus dikembangkan pemerintah.

Baca juga: Soal Pilihan Vaksin Covid-19, Ketua Satgas Doni Monardo : Jokowi Pasti Berikan Vaksin Terbaik

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengingatkan pentingnya penerapan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama pandemi virus corona.

Protokol tersebut harus terus diterapkan selama menunggu vaksin Covid-19, bahkan hingga kelak vaksin sudah ada dan diproduksi secara massal.

"Sementara menunggu vaksin sampai nanti pun vaksin sudah ada ingat kita tetap harus disiplin 3M," kata Reisa dalam diskusi virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/11/2020).

"Memakai masker dengan baik dan benar, menjaga jarak aman minimal 1 meter, mencuci tangan sesering mungkin idealnya dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik," tuturnya.

Reisa mengingatkan, Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 masih berlaku. Ia meminta masyarakat menerapkan 3M sebagai satu kesatuan protokol kesehatan yang praktiknya tidak terpisah-pisah.

Bersamaan dengan itu, masyarakat diminta terus mendukung upaya pemerintah menerapkan 3T, yakni testing, tracing dan treatment.

"Tunjukkan kerja sama baik kita sebagai warga negara untuk kebaikan kita bersama juga," ujar Reisa.

Baca juga: BPOM RI Akui Pfizer dan Sputnik Sudah Berencana Uji Klinik Vaksin Covid-19 di Indonesia

Terkait dengan vaksin Covid-19, Reisa menyebut bahwa pemerintah mengutamakan kepastian keamanannya. Hal ini sebelumnya telah disampaikan Presiden Joko Widodo.

Jokowi menyebut, vaksin yang akan digunakan harus masuk ke dalam daftar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) serta sesuai data sains dan standar kesehatan.

Dikatakan pula oleh Jokowi bahwa vaksin harus melewati tahapan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta wajib memiliki emergency use authorization.

"Ketiga, sebelum vaksinasi dilakukan pemerintah akan terus melakukan sosialisasi vaksin, termasuk juga sosialisasi melalui tokoh-tokoh agama agar penerimaan masyarakat akan vaksin ini akan terus meningkat," kata Reisa.

Reisa pun meminta masyarakat untuk kelak tidak takut divaksin ketika vaksin Covid-19 sudah tersedia.

Izin Darurat Vaksin Covid-19 Direncanakan Keluar Akhir Januari 2021

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito memaparkan kemungkinan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dapat keluar pada akhir Januari 2021.

Baca juga: Terus Kawal Pengembangan Vaksin Merah Putih, Satgas Covid-19 Sebut Proyeksi Distribusi pada 2022

Kini BPOM, peneliti, sponsor, berusaha pro aktif, menjunjung transparansi, menempati waktu yang sudah disepakati untuk pemberian EUA.

"Harapannya adalah minggu ketiga dan keempat bulan Januari itu bisa mendapatkan EUA, apabila itu juga data-data yang ada lengkap," ujar Penny dalam konferensi pers daring, Kamis (19/11/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sedang menunggu data uji klinik vaksin Covid-19 dari pihak Sinovac dan Brazil, untuk melengkapi data uji klinik Sinovac di Bandung, sebagai syarat pengeluaran EUA.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan pihak Sinovac dan pihak Brasil sebagai tempat pelaksanaan uji klinik lebih dulu yang tadinya kita akan gunakan sebagai data pengganti, ternyata tidak bisa memberikan data tersebut karena membutuhkan waktu untuk analisa," jelas Penny.

"Data tersebut baru bisa kami terima sekitar Januari minggu pertama atau kedua. Ini masih ekspektasi, tetap BPOM dalam hal ini masih menunggu, karena yang menganalisa adalah tim peneliti," sambung dia.

Sementara, mengenai clinical trial pada vaksin Covid-19 masih berjalan terus meski ada emergency use authorization.

Clinical trial bertujuan mendapatkan data-data yang berkaitan dengan efikasinya vaksin.

Penny memaparkan, syarat pemberian EUA adalah vaksin harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2 secara lengkap, serta data analisis interim uji klinik fase 3 untuk menunjukkan khasiat dan keamanan.

Prosedur EUA ini mengacu pada pedoman persetujuan emergensi dari WHO (WHO Emergency Listing), US Food and Drug Administration (EUA), dan European Medicines Agency/EMA (Conditional Approval).

"Untuk mendapatkan EUA, sudah ada juga kesepakatan yang diberikan oleh WHO. Sehingga EUA (Covid-19) tidak dikarang sendiri," ujar Penny.

Baca juga: Covid-19 di Sragen Meroket, Calon Bupati Yuni Ingatkan Ada Denda Pelanggar dan Kesadaran Masyarakat

Satgas Covid-19 Sebut Proyeksi Distribusi pada 2022

 Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual dari Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis, (18/11/2020).

Menurutnya, pemerintah terus mengawal pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri dan harapannya agar segera selesai dan bisa digunakan.

"Kami terus kawal dan dukung pengembangan vaksin ini dengan baik. Dengan harapan bisa segera selesai dan bisa digunakan, kata Wiku.

Wiku yang juga merupakan kordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan isolat atau bibit vaksin tersebut diprediksi akan diserahkan ke perusahaan farmasi milik negara PT Biofarma pada tahun depan.

Di Perusahan Holiding Farmasi BUMN tersebut vaksin akan menjalani uji pre-klinik dan uji klinik.

"Selanjutnya BioFarma akan melakukan uji klinik tahap 1 samapi 3," katanya.

Bila tahapan uji klinik berjalan lancar menurut Wiku maka vaksin akan diproduksi massal.

Izin edar vaksin merah putih sendiri diproyeksikan diperoleh pada 2021.

"Proyeksinya didistribusikan pada 2022," katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M yaitu Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan redaksi:

Bersama-kita lawan virus Corona. Tribunsolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satgas: Sampai Nanti Vaksin Covid-19 Sudah Ada, Ingat Disiplin 3M",

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved