Breaking News:

Pilkada Sukoharjo 2020

Ketua KPU dan Bawaslu Sukoharjo Jemput Bola, Kawal Surat Suara Sampai Kota Makmur

"Surat suara Pilkada Sukoharjo berjumlah 677.863 lembar ditambah 2.000 lembar surat suara cadangan atau pemilu ulang," kata Nuril.

Penulis: Agil Tri | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil
ketua KPU Sukoharjo saat memeriksa surat suara di PT Pura bagian konsorsium PT Balai Pustaka di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020). 

Termasuk dalam jalannya tahapan kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaharui aturan tentang kampanye Pilkada di tengah situasi pandemi covid-19, berdasarkan peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020.

Hal tersebut membuat pasangan calon (Paslon) maupun tim kampanye tidak dapat mengumpulkan massa banyak dalam satu tempat. 

Sehingga, kedua Paslon Pilkada Sukoharjo 2020 yakni Etik Suryani - Agus Santosa (EA), dan Joko Santosa - Wiwaha Aji Santosa (Joswi) memperbanyak titik kampanye. 

Menurut ketua tim pemenangan EA, Wawan Pribadi, metode kampanye yang dilakukan EA meliputi pertemuan tatap muka terbatas dan daring.

"Yang jelas kami melakulan kampanye sesuai protokol kesehatan," kata dia, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Songsong Debat Kedua Pilkada Sukoharjo, Joswi Genjot Persiapan Fisik : Biar Tidak Kelelahan

Baca juga: Jelang Debat Kedua Pilkada Sukoharjo 2020, EA Pede Hadapi Joswi : Tidak Ada Persiapan Khusus

Wawan mengatakan, dalam satu hari EA bisa melakukan kampanye hingga 50 titik. 

"Kampanye paling banyak dalam satu hari 30 sampai 50 titik." ucapnya. 

"Tapi tidak semua didatangi bu Etik dan pak Agus, kan ada tim kampanyenya," tambahnya. 

Hal senada juga diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Joswi, Eko Sapto Purnomo. 

Dalam kampanye yang dilakukan Joswi, juga memperbanyak titik kampanye agar dapat menjangkau seluruh masyarakat. 

"Kampanye kita lakukan tiga hal, seperti pertemuan terbatas, pembagian bahan kampanye, dan daring." ucapnya. 

"Dan itu sudah sesuai dengan PKPU 13/2020 tentang kampanye ditengah pandemi," imbuhnya. 

Dia mengatakan, dalam satu hari, Joswi bisa melakukan puluhan kali kampanye. 

Cermat Bawaslu

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo mengatakan dengan penghapusan jadwal kampanye, membuat kedua paslon semakin leluasa melukan kampanye. 

Namun, kampanye yang paling banyak dilakukan kedua Paslon adalah dengan bertatap muka. 

Padahal di tengah Covid-19 ini, Paslon lebih disarankan melakukan kampanye secara daring. 

"Kami menyarankan kedua Paslon melakukan metode kampanye yang lain seperti online, itu tidak mengurangi esensi kampanye, dan membuat Paslon tidak kecapekan." jelasnya.

"Tapi ada beberapa kendala, seperti teknologi, akses jaringan, kebiasaan masyarakat menggunakan teknologi, dan keinginan masyarakat yang ingin bertemu paslonnya," terang dia. 

Hal tersebut mendorong Paslon memilih kampanye tatap muka, meski ada pembatasan kampanye maksimal diikuti 50 orang. 

Baca juga: Cara Cek Nama DPT Pilkada Serentak 2020 Lewat HP, Klik Link lindungihakpilihmu.kpu.go.id

Baca juga: Persiapan Debat Kedua Pilkada Solo 2020 : Gibran Gelar 3 Kali Simulasi, Bagyo Tak Ingin Berlaha-leha

Dengan pembatasan jumlah peserta kampanye ini, Paslon memilih menambah titik lokasi kampanye, sehingga kuantitias kampanye menjadi lebih banyak. 

"Mereka lebih interaksi yang pendek, dengan jarak yang dekat, karena mengejar waktu ke titik berikutnya," jelasnya. 

Dengan waktu yang pendek itu, Kampanye yang dilakukan Paslon kurang efektif.

Sebab, biasanya Paslon hanya datang, memberi sambutan, berinteraksi sebentar dengan masyarakat, berswafoto, lalu bergeser ketempat kampanye yang lain. 

"Persoalannya, pada kampanye itu menyampaikan visi misi, tapi kenyataannya setelah Paslon bergeser, peserta kampanye ikut pulang," tandasnya.

Kendati demikian, kewenangan dan metode kampanye sepenuhnya berada di tim kampanye masing-masing Paslon.  (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved