5 Tips Agar Rumah Tak Bocor saat Musim Hujan, Perhatikan Bubungan Atap Rumah Anda

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sering kali hujan deras disertai angin kencang yang bisa mengakibatkan kebocoran atap rumah.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
int
ilustrasi rumah bocor. 

TRIBUNSOLO.COM - Hujan mulai turun di beberapa titik di Solo Raya baru-baru ini.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sering kali hujan deras disertai angin kencang yang bisa mengakibatkan kebocoran atap rumah.

Baca juga: Main Game Online saat Hujan Lebat, Remaja 16 Tahun di Grobogan Tewas Tersambar Petir

Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara mencegahnya yang dihimpun dari Kompas.com dan Grid.id:

1. Kemiringan atap

Persiapkan atap untuk menghadapi musim hujan
pexels.com
Persiapkan atap untuk menghadapi musim hujan

Pada saat membangun rumah, kondisi atap sebaiknya dirancang dengan kemiringan 30 - 40 derajat.

Kemiringan yang tepat merupakan salah satu cara menghindarkan air menggenang dan kebocoran.

Kurangi sambungan atap karena sambungan ini memiliki potensi besar terjadinya bocor.

2. Perhatikan Bubungan Atap

 

Jika terdapat retak pada bubungan, berikan kawat kasa dan lapisi dengan cat anti-air (waterproof).

Jika retaknya besar, sebaiknya IDEA Lovers membobolnya terlebih dahulu, baru memplester kembali bagian tersebut.

Selain memperhatikan bagian yang retak, jangan lupa juga untuk menjaga agar plafon tidak lembab.

Plafon yang lembab dapat menjadi lapuk dan roboh.

Selain itu, kayu yang terpapar air karena bocoran air hujan juga menjadi tempat paling disukai rayap.

Khusus untuk atap asbes, jangan lupa melapisi paku baut dengan karet dan dipelingkut di area pakunya.

Dengan begitu, air tidak rembes melalui celah lubang paku.

Baca juga: Hujan Es di Lombok Timur, Ukurannya Sebesar Biji Kelengkeng, Ini Penampakannya

3. Pilihan material

Pemilihan material atap merupakan faktor penting yang memengaruhi kebocoran atap.

Atap berbahan seperti asbes, semen fiber, dan seng antikarat dinilai lebih baik dibanding material seperti genteng tanah liat, genteng beton, keramik, dan kayu sirap.

Sebab, bahan asbes dan semacamnya itu memiliki tingkat kemiringan yang lebih bagus sehingga air bisa mengalir dengan lancar.

4. Hindari rembesan air

Akses masuknya air ke dalam rumah juga bisa melalui dinding.

Maka dari itu, periksa pemasangan talang air di atap rumah sudah dilakukan dengan baik sehingga air tidak turun merembes ke dinding.

Cara mencegah air merembes lewat dinding juga bisa dengan melapisinya menggunakan cat anti-air sehingga air tidak mudah masuk dan membuat dinding tidak gampang terkelupas.

5. Akses pintu dan jendela

Hujan deras yang disertai angin kencang memungkinkan air masuk tidak hanya lewat atap dan dinding rumah, tetapi juga melalui pintu dan jendela karena ada lubang kecil yang menjadi celah masuknya air.

Untuk itu, usahakan pintu dan jendela yang memiliki akses langsung ke luar rumah terlindungi atap yang cukup lebar sehingga air hujan tidak mudah masuk.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved