Breaking News:

APBD Solo 2021

APBD Solo 2021 Susut Rp 72 Miliar Jadi Rp 1,9 Triliun : Fokus Untuk Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi

Berdasarkan data saat pengesahan APBD 2021 Solo di rapat Paripurna bulan Oktober 2020 lalu, jumlahnya menurun dibandingkan APBD 2020.

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
ILUSTRASI : Bentuk wajah Solo dengan proyek Flyover Purwosari di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Jumat (2/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Solo tahun 2021 sudah ditetapkan sebesar Rp 1,9 triliun atau tepatnya Rp 1.947.105.835.274. 

Berdasarkan data saat pengesahan APBD 2021 Solo di rapat Paripurna bulan Oktober 2020 lalu, jumlahnya menurun dibandingkan APBD 2020.

Adapun besaran APBD 2020 tepatnya senilai Rp 2.019.861.148.959.

Maka pada tahun ini APBD yang diterima Solo menyusut Rp 72.755.313.685.

Baca juga: Sah! Daftar 5 Desa di Delanggu dan Polanharjo Klaten, yang Sepakat Nilai Ganti Rugi Tol Solo-Jogja

Baca juga: APBD Sragen 2021 Susut Rp 400 Miliar : Tahun Lalu Rp 2,1 Triliun, Gegara Pandemi Jadi Rp 1,7 Triliun

Anggota Badan Anggaran DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan, memang APBD 2021 turun dibandingkan APBD tahun 2020. 

"APBD turun, PAD juga turun," kata YF Sukasno, kepada TribunSolo.com, Selasa (1/12/2020). 

Ketua Komisi II DPRD Solo itu mengatakan, nantinya untuk anggaran 2021 tetap difokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat, seperti sektor UMKM di Kota Solo.

Nantinya akan ada pendampingan dari Pemeirntah Kota Solo. 

"Kita berharap di tahun 2021 sudah tidak ada lagi penutupan tempat makan, " papar dia.

"Jadi warung itu tetap buka, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

Dia mengatakan, anggaran APBD Kota Solo 2021 memang realistis kalau menurun, sebab, kondisi saat ini sedang pandemi Corona.

"PAD kita itu dapat dari Pajak dan Distribusi, sementara saat ini okupansi hotel belum sampai 50 persen," papar dia. 

YF Sukasno menyatakan, PAD Solo 2020 ini tidak akan memenuhi target dalam kondisi Pandemi Corona ini.

Sementara, PAD 2021 ditarget Rp 500 miliar.

Baca juga: Update Sebaran Corona Solo 30 November 2020 : 103 Kasus Positif Baru, Satgas Telusuri Pembawa Virus

Baca juga: Nekat Mudik Akhir Tahun ke Solo? Tak Bisa Pulang ke Rumah, Bakal Dikarantina di Benteng Vastenburg

Andalkan Pusat

DPRD Solo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Saat ini pengesahan APBD Solo 2020 dalam sidang paripurna beberapa waktu yang lalu tersebut dalam evaluasi Gubernur Jawa Tengah.

Diketahui, APBD 2020 yang disahkan dalam Rapat Paripurna beberapa waktu lalu sebesar Rp 2.019.861.148.959 atau Rp 2 triliun.

Dari jumlah APBD 2020 yang disahkan tersebut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 Solo masih belum dominan.

Angka target PAD Solo 2020 Rp 610.373.869.673 masih seperempat dari total anggaran yang ada.

Wakil Ketua DPRD Solo Sugeng Riyanto mengatakan, target PAD Solo masih jauh dan baru seperempat dari total pendapatan yang diterima Pemkot Solo.

APBD Solo 2020 sudah Disetujui, Pendidikan, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

APBD Solo 2020 Rp 2 Triliun Disepakati, Masih Tunggu Hasil Evaluasi Gubernur untuk Penetapan

"APBD masih mengandalkan dari pusat, PAD kita belum dominan," terang dia, Sabtu (30/11/2019).

Berdasarkan hal tersebut politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta perlu adanya dorongan pada Pemkot Solo untuk meningkatkan PAD tersebut, sehingga tidak mengandalkan pusat.

Sugeng berpendapat harus ada sisi yang dorong seperti pajak online dan retribusi online dan lain sebagainya.

Dia mencontohkan seperti pemanfaatan teknologi elektronik e-pajak dan e-retribusi.

Juga tapping box perlu ditambah sesuai rekomendasi KPK untuk meningkatkan pendapatan di tempat hiburan, restoran dan hotel. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved