Breaking News:

APBD Sragen 2021

APBD Sragen 2021 Susut Rp 400 Miliar : Tahun Lalu Rp 2,1 Triliun, Gegara Pandemi Jadi Rp 1,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sragen pada 2021 sudah disahkan sebesar Rp 1,7 triliun. 

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi uang APBD. 

Dari pantauan TribunSolo.com, personel kepolisian nampak berjaga di pintu masuk gedung di Jalan Dr Sutomo, Sine, Sragen Kulon, Kecamatan/Kabupaten Sragen.

Di lokasi acara yang bertema 'Debat Publik', tidak nampak spanduk ataupun alat peraga kampanye (APK) yang berisi dukungan untuk Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto.

Padahal sosok tersebut didukung 6 parpol yakni PDIP, Golkar, PAN, PKB, Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Baca juga: Meski Lawan Kotak Kosong, Yuni-Suroto Tetap Sampaikan Visi Misi ke Publik, Simak Jadwalnya

Baca juga: Dicari : 50 hingga 100 Tukang Lipat Surat Suara, Hari Ini KPU Sragen Terima 765.245 Lembar

Pasangan Yuni-Suroto sudah berada di dalam gedung. 

Acara pada hari ini akan lebih menekankan tentang program kerja Yuni - Suroto untuk lima tahun ke depan. 

Bagi warga Sragen yang ingin mengetahui program-program kerja mereka bisa streaming melalui akun resmi Youtube KPU Sragen yang akan dimulai pukul 09.00 WIB. 

Pelaksanaan debat publik menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga tamu undangan yang hadir pun dibatasi.

Dijaga Ratusan Polisi

Polres Sragen siap mengamankan jalannya penyampaian visi misi dalam Pilkada 2020 yang akan diselenggarakan, Kamis (19/11/2020).

Kabag Ops Polres Sragen, Kompol Yohanes Trisnanto mengatakan, jajaran polisi yang akan diturunkan untuk mengamankan debat publik sebanyak 225 personel. 

"Tapi besok personel kami tidak mengenakan seragam kepolisian," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (18/11/2020). 

Baca juga: Viral Status WA Jenazah Covid-19 di RSUD dr Moewardi Solo Tertukar, Begini Fakta Sebenarnya

Baca juga: Lama Tak Ada Wakil di IBL, Wong Solo Kini Punya West Bandits, yang Ingin Kembalikan Euforia Bhinneka

Hal itu dilakukan karena mentaati protokol kesehatan. 

"Yang diundang dalam acara itu (debat publik) kan terbatas jadi tidak pakai seragam," katanya. 

Menurut dia, jika menempatkan aparat keamanan dalam jumlah banyak saat debat publik akan bertentengan dengan protokol kesehatan. 

"Akan kontrapoduktif karena ada kerumunan," ungkapnya. 

Namun demikian, Polres Sragen tetap dalam posisi waspada mana kala ada gangguan muncul. 

"Kami tetap siapkan pasukan khusus yang siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya. 

Ia mengimbau kepada massa pendukung maupun yang bukan untuk tidak mencederai pesta demokrasi dengan tindakan yang aneh-aneh. 

"Mari dewasa semua dalam berdemokrasi," tambahnya.

Selama Dua Jam

Meskipun hanya ada satu pasangan calon salam Pilkada Sragen 2020, KPU tetap menyelenggarakan acara pengganti debat.

Ya, besok Kamis (19/11/2020) Calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto akan memaparkan visi misi.

Rencananya pendalaman visi misi akan dimulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. 

Adapun masyarakat bisa disimak melalui akun resmi Youtube KPU Sragen. 

Sementara moderator dalam acara itu akan dipandu oleh Putri Ayuningtyas. 

Sementara untuk lokasinya, KPU Kabupaten Sragen sengaja merahasiakannya. 

Baca juga: Pandemi Belum Berakhir, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan dan Jauhi Kerumunan

Baca juga: Dokter AP, Sang Spesialis Bedah Syaraf di Klaten Meninggal Dunia, Tertular Covid-19 saat Bezuk Teman

"Kami rahasiakan karena supaya tidak ada pengumpulan massa dari pendukung," kata Ketua KPU Sragen, Minarso kepada Tribunsolo.com, Rabu (18/11/2020). 

Untuk panelis, lanjut Minarso, pihaknya juga tidak mengungkap ke publik. 

"Bukan karena kami menutupi tapi untuk menjaga semua pihak agar pendalaman visi misi berjalan lancar," tegasnya. 

Kotak Kosong

Beberapa minggu menjelang pencoblosan Pilkada Sragen 2020, sekelompok orang berani muncul dan menantang satu-satunya Calon Bupati dan Wakil Kusdinar Untung Yuni Sukowati- Suroto.

Ya, dia adalah relawan yang mengatasnamakan Gerakan Coblos Kotak Kosong atau Koko.

Bahkan mereka blusukan dari lokasi satu ke lokasi lain untuk menyuarakan gerakan tersebut, di antaranya ke para pedagang dan PKL.

Relawan Koko Sragen, Jamaludin Hidayat mengatakan, ajakan untuk mencoblos kotak kosong mendapat berbagai tanggapan yang berbeda dari masyarakat. 

Baca juga: Modus Berteduh saat Hujan, Pemuda Asal Sragen Gasak Motor Honda Beat yang Ditinggal Pemiliknya

Baca juga: Sebulan Jelang Pilkada Sragen Yuni vs Kotak Kosong, Polisi Pastikan 20 Kecamatan Aman dari Gesekan

Menurutnya, ada masyarakat yang mendukung dan mempertanyakannya. 

"Yang mendukung gerakan ini biasanya melek soal politik di Sragen," ujarnya kepada TribunSolo.com.

"Tetapi juga ada masyarakat yang menolak untuk memilih kotak kosong," kata dia. 

Dikatakan, mereka mempertanyakan siapa yang akan jadi bupati jika kotak kosong yang menang saat pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Banyak yang tanya soal itu (kalau kotak kosong yang menang)," katanya. 

Pihaknya sudah memberi contoh kasus jika yang menang pilkada 2020 adalah kotak kosong. 

"Wali Kota di Makassar ada, dan pembangunan tetap jalan" imbuhnya.

Yuni - Suroto Tak Terbendung

Tak hanya Pilkada Boyolali yang lawan kotak kosong, kondisi Pilkada Sragen 2020 juga sama.

Hanya ada pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati - Suroto yang mendaftar ke KPU Sragen.

Adapun Yuni merupakan Bupati Sragen saat ini yang maju kembali di Pilkada.

Hingga Minggu (13/9/2020) pukul 24.00 WIB, tidak ada pasangan bakal calon lain yang mendaftar ke KPU Sragen.

Ketua KPU Sragen, Minarso memastikan hanya ada satu bakal pasangan calon yang mendaftar.

Pasangan Yuni - Suroto yang sudah resmi mendaftarkan diri di Pilkada Sragen 2020.
Pasangan Yuni - Suroto yang sudah resmi mendaftarkan diri di Pilkada Sragen 2020. (Tribunjateng.com/Putri)

Jago PKS & Gerindra Sukiman-Iriyanto Kandas, Yuni-Suroto Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen 2020

Said-Wahyu Dipastikan Lawan Kotak Kosong, Hingga Pukul 22.00 WIB Tak Ada yang Daftar ke KPU Boyolali

Kepastian itu terungkap dari hasil rapat penutupan pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada Sragen 2020 yang digelar KPU Sragen, Minggu (13/9/2020) pukul 24.00 WIB.

Adapun pasangan Sukiman - Iriyanto yang digadang-gadang bakal menjadi calon penantang tidak menunjukkan batang hidungnya hingga detik terakhir pendaftaran.

Pasangan tersebut awalnya akan diusung 2 partai politik yakni Gerindra dan PKS dengan total kekuatan 11 kursi.

"Hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar. Tidak ada pasangan lain yang mendaftar," kata Minarso kepada TribunSolo.com, Senin (14/9/2020).

Pasangan tersebut diusung PDI Perjuangan, PKB, Golkar, PAN, dan Nasdem.

Kelima partai tersebut tergabung dalam koalisi Gotong Royong.

Selain itu, Demokrat juga memberikan dukungan kepada pasangan Yuni - Suroto.

Artinya, pasangan tersebut memiliki kekuatan parlemen sebanyak 34 kursi dari 45 total kursi.

Pasangan Yuni - Suroto dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (14/9/2020) pukul 12.00 WIB di RSUD Dr Moewardi Solo.

"Hari ini pasangan Yuni - Suroto dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr Moewardi pukul 12.00 WIB," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved