Proyek Tol Solo Jogja

Update Proyek Jalan Tol Solo-Jogja : Dua Minggu Lagi, Warga 6 Desa di Klaten Bakal Terima Ganti Rugi

Dari 6 desa tersebut, sekitar 98 persen sudah sepakat dengan penawaran ganti rugi tol Solo-Jogja tersebut.

TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto
ILUSTRASI : Patok kuning penanda lokasi proyek Tol Solo-Jogja terpasang di area persawahan, di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sekasa (24/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga enam desa di Kabupaten Klaten akan mendapatkan ganti rugi di akhir Desember 2020.

Dari 6 desa tersebut, sekitar 98 persen sudah sepakat dengan penawaran ganti rugi tol Solo-Jogja tersebut.

Sekretaris Daerah Klaten, Jaka Sawaldi menyebutkan 6 desa tersebut yakni, Desa Sidoharjo, Polan, Kahuman, Sidomulyo, Mendak, dan Kapungan.

Baca juga: Purnomo Akan Bangun Kos-kosan, Jika Terima Ganti Rp 1,5 Miliar, Imbas Tanahnya Kena Tol Solo-Jogja

Baca juga: Sah! Daftar 5 Desa di Delanggu dan Polanharjo Klaten, yang Sepakat Nilai Ganti Rugi Tol Solo-Jogja

"Kalau kita persentase hampir 98 persen warga yang terdampak setuju untuk penggantian tanahnya," kata Jaka kepada TribunSolo.com, Sabtu (11/12/2020).

Ia menambahkan, adapun sekitar 2 persen warga yang belum setuju dengan ganti tersebut

Kemudian ia menyebutkan 2 persen tersebut yakni 7 warga pemilik tanah yang berada di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Ketujuh warga itu belum menandatangani kesepakatan ganti rugi pengantian pengadaan tol tersebut, lantaran yang bersangkutan tidak berada di desa tersebut.

"Kapungan ada tujuh warga yang belum, tapi yang tujuh itu belum menyetujui karena mereka berada di luar kota, jadi belum ketemu," ujar Jaka. 

Ia menegaskan, untuk warga desa yang tanahnya terdampak pembangunan Proyek Jalan Tol Solo-Jogja di enam desa yang sudah menjalani musyawarah ganti rugi pengadaan tanah.

Mayoritas warga yang terdampak proyek tersebut menyetujui ganti rugi tersebut.

"Tapi untuk yang lainnya sudah setuju ya, kami juga minta agar panitia pengadaan segera menghubungi pemilik tanah yang belum sepakat," sambungnya.

Pejabat sementara (Pjs) Sekretaris Desa Kapungan, Purnomo membenarkan ada 7 warganya yang belum menyetujui karena warga tersebut berada di luar kota.

Baca juga: Bantah Tudingan Numpang Hidup, Teddy Sebut Punya Uang Rp 650 Juta Hasil Kerja di Luar Negeri

Baca juga: Update Covid-19 Klaten : Ada Tambahan 51 Kasus Positif di Tengah Pilkada 2020, Tapi 53 Pasien Sembuh

"Iya ada 7 warga yang belum, mereka pemilik tujuh bidang tanah juga," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved