Breaking News:

Tabrakan Maut KA vs Mobil Polisi Sragen

Tewaskan 3 Orang, Perlintasan Kereta Kalijambe yang Ditutup Diprotes Warga, Bupati Sragen Surati KAI

Yuni mengaku mendapat surat dari pemerintah desa (pemdes) Kalimacan ihwal masyarakat yang terdampak dengan penutupan tersebut. 

Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Petugas PT KAI DAOP VI Yogyakarta sedang menutup perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (14/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati angkat bicara terkait penutupan jalur perlintasan kereta api yang membawa petaka.

Perlintasan kereta tersebut ada di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe. 

Yuni mengaku mendapat surat dari pemerintah desa (pemdes) Kalimacan ihwal masyarakat yang terdampak dengan penutupan tersebut. 

"Warga yang mau masuk ke Dukuh Siboto terpaksa memutar sejauh tiga kilometer setelah jalan itu ditutup," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (16/12/2020). 

Baca juga: Panduan Pemudik di Exit Tol Solo-Ngawi via Kebakkramat Sragen, saat Libur Natal & Tahun Baru 2021

Baca juga: Puluhan Perlintasan Kereta di Sragen Belum Dipasang Palang, Ini Langkah PT KAI Daop VI Yogyakarta

Untuk itu, Yuni akan segera mengirim surat resmi ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian. 

"Kami akan mengirim surat atas nama pemerintah daerah agar perlintasan itu dibuka kembali," tuturnya. 

Meski demikian, untuk membukanya, pihak pemdes sanggup untuk menjaga perlintasan selama 24 jam. 

"Harus ada lampiran kesanggupan hitam di atas putih ada orang yang berjaga," katanya.

Ia menyebut, orang yang menjaga perlintasan bisa dari sukarelawan ataupun staf pemdes. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved