Berita Sragen Terbaru

Didesak Perlintasan KA Kalijambe Dibuka, Kapolres Sragen : Pembangunan Underpass Bisa Jadi Opsi

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan pembangunan underpass menjadi opsi agar perlintasan KA di Kalijambe dapat dilalui masyarkat

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Petugas PT KAI DAOP VI Yogyakarta sedang menutup perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (14/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Berulangkali menelan korban jiwa akibat kecelakaan kereta api (KA) dan kendaraan bermotor, perlintasan KA di Kalijambe, Sragen ditutup.

Meski penutupan dilakukan demi keselamatan warga, namun warga warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, meminta untuk membuka kembali perlintasan sebidang itu.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, dibukannya kembali perlintasa KA Kalijambe nampaknya sulit terealisasi.

Sebab, perlintasan tersebut tidak memenuhi syarat dan ketentuan UU untuk dibuka.

Baca juga: Tak hanya di Sukoharjo, Anak Ular Juga Banyak Ditemui di Sragen, Snake Rescue: Ini Musim Menetas

Baca juga: Tak Semua Pemilih yang Dirawat di RS Memilih saat Pilkada Sragen, Bawaslu: Akan Kita Investigasi

Baca juga: Tewaskan 3 Orang, Perlintasan Kereta Kalijambe yang Ditutup Diprotes Warga, Bupati Sragen Surati KAI

Baca juga: Sosok Pelda Eka Budi Korban Insiden Kecelakaan Kalijambe di Mata Warga : Suka Jembatani Masalah

Dia menyampaikan pihaknya sudah menggelar rapat terbatas yang dihadiri perwakilan PT. KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta dan wakil Bupati Sragen.

Dari pertemuan itu, kesimpulan rapat bahwa pembukaan pintu perlintasan sulit dilakukan.

"Ada undang-undang yang mengatur secara teknis perihal perlintasan sebidang itu dibangun," kata Kapolres, Sabtu (19/12/2020).

"Syaratnya tidak boleh jarak antar perlintasan sebidang kurang dari 800 meter dan tidak boleh berdekatan dengan jalur lengkung atau tikungan," ujarnya.

Menurutnya, perlintasan di Dukuh Siboto tidak memenuhi syarat tersebut.

Kendati demikian, ada wacana alternatif yakni membangun underpass atau terowongan tidak jauh dari lokasi perlintasan sebidang tersebut.

"Tetapi tidak langsung berada di titik tersebut. Akan melebar ke arah selatan dekat sungai," papar dia.

Namun untuk bisa membangun underpass, warga harus bersabar lantaran perlu koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Direktur Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian untuk menyiapkan model jalur yang layak dan aman.

Ardi optimistis rencana itu akan terwujud.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved