Breaking News:

Penanganan Covid

Menristek Sebut GeNose Sudah Bisa Diproduksi Massal untuk Screening Covid-19

GeNose bisa menjadi alat screening yang menjangkau seluruh masyarakat karena harganya yang terjangkau.

KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. (Foto Dokumentasi Humas UGM) 

TRIBUNSOLO.COM - GeNose dikabarkan sudah bisa diproduksi massal.

Hal itu karena inovasi karya Universitas Gajah Mada (UGM) ini telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 24 Desember 2020, dengan nomor AKD 20401022883.

Baca juga: Antisipasi Kasus Corona Solo Meledak, Pemkot Solo Siapkan Solo Technopark Jadi Rumah Sakit Daerah

Baca juga: 9 Bulan Pandemi Corona, 15 Ribu Pengunjung Taman Satwa Jurug Diminta Putar Balik, Ini Alasannya

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan alat screening virus corona (Covid-19) GeNose sudah bisa diproduksi massal.

Hal itu karena inovasi karya Universitas Gajah Mada (UGM) ini telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 24 Desember 2020, dengan nomor AKD 20401022883.

"Artinya, mulai saat ini GeNose sudah bisa diproduksi massal dan didistribusikan atau dipakai untuk kepentingan masyarakat, terutama tentunya untuk screening Covid-19," ujar Bambang, dalam konferensi pers virtual 'GeNose UGM dan CePAD UnPAD', Senin (28/12/2020) sore.

Menurutnya, GeNose bisa menjadi alat screening yang menjangkau seluruh masyarakat karena harganya yang terjangkau. 

"Alat ini bisa dianggap sebagai alat yang akurat, cepat, aman dan terjangkau.

Dengan teknologi dan desain lokal, serta yang masih impor adalah komponen elektroniknya," jelas Bambang.

Pendeteksian keberadaan Covid-19 dalam tubuh seseorang menggunakan alat ini, kata dia, dapat dilihat dari hembusan nafas.

"Untuk GeNose, dilakukan dengan melihat hembusan nafas. Di mana dalam hembusan nafas ada senyawa yang akan bisa mendeteksi apakah orang bersangkutan yang menghembuskan nafas tersebut terinfeksi Covid-19 atau tidak," kata Bambang.

Terkait tingkat sensitivitas alat screening Covid-19 ini mencapai angka 92 persen, sedangkan tingkat spesivitasnya mencapai 95 persen.

Pada Februari 2021, kapasitas produksi alat ini pun ditargetkan sebanyak 5.000 unit.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. TribunSolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kantongi Izin Edar, GeNose Sudah Bisa Diproduksi Massal untuk Screening Covid-19  , 

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved