Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Imbas Harga Kedelai Impor Meroket, Produsen Tahu di Klaten Kurangi Ukuran Tahu dan Terancam Tutup

Sejumlah pengrajin tahu di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten misalnya, mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor yang menjadi b

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Pengrajin tahu di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Minggu (3/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kenaikan harga kedelai impor berimbas pada produsen tahu maupun tempe.

Sejumlah pengrajin tahu di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten misalnya, mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama.

Salah satu pengrajin tahu, Sritawarsih (34) mengatakan, harga kedelai impor saat ini tembus Rp 9.200 per kilogram.

"Sebelumnya, harga kedelai hanya Rp 7600 per kilogram," katanya, Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Awal Tahun, Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu di Solo Merana : Ukuran Kini Diperkecil

Baca juga: Kedelai Impor Mahal, Produsen Tahu di Solo Masih Pikir-Pikir Pakai Kedelai Lokal, Ini Alasannya

Baca juga: Nestapa PKL di Alun-alun Klaten, Tahun Baru Hanya Dapat 60 Ribu, Paling Kecil Selama 15 Tahun Jualan

Baca juga: Polisi Klaim Kecelakaan di Klaten Turun, Tahun 2019 Meninggal 166 Orang, Selama 2020 Jadi 148 Orang

Sri mengaku merasa serba salah dengan kenaikan kedelai impor dari Amerika Serikat itu.

Pasalnya, jika ia menaikan harga hasil produksinya, dikhawatirkan konsumennya akan kecewa.

"Saya bingung harus bagaimana dengan naiknya harga kedelai ini. Kalau harga tau dinaikan, jadi gak ada yang mau beli, malah jadinya serba salah," jelasnya.

Agar tidak merugi, ia terpaksa mengurangi ukuran dan berat tahu hasil produksinya.

"Ya saya kurangi isinya, biasannya saya isi 10 kg, saya isi 9,5, jadi ketebalan tahu sedikit berkurang," jawabnya.

Seorang karyawan melakukan proses penyaringan sari tahu di pabrik milik Slamet, Kampung Krajan RT 03 RW 03, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Sabtu (2/1/2021).
Seorang karyawan melakukan proses penyaringan sari tahu di pabrik milik Slamet, Kampung Krajan RT 03 RW 03, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Sabtu (2/1/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved