Breaking News:

Update Gunung Merapi

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Terjauh Sejak Desember 2020, Warga Diminta Tak Panik

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (16/1/2021) antara pukul 00.00-06.00 WIB. Guguran awan panas kali ini memiliki jarak

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Adi Surya
Agus Sarnyata ketika mengamati aktivitas Gunung Merapi di Pos Pemantauan Merapi Induk Balerante, Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten 

Sementara itu, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Jumat (15/1/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, BPPTKG melaporkan terjadi guguran lava pijar dengan intensitas yang masih cukup tinggi. 

Yaitu, teramati guguran lava pijar sebanyak 17 kali dengan jarak luncur 400-600 meter ke hulu Kali Krasak. 

Pada periode tersebut, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

Selain itu, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 13.5-21.9 °C, kelembaban udara 65-69 persen, dan tekanan udara 626-687 mmHg.

Iliustrasi Gunung Merapi mengeluarkan Lava Pijar
Iliustrasi Gunung Merapi mengeluarkan Lava Pijar ((Tribun Jogja/Setya Krisna Sumarga))

Warga Tidak Panik

Koordinator Posko Pengungsian Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jainu mengatakan agar warga tidak panik.

ia mengatakan saat awan panas guguran muncul, ia mengaku warga Desa Balenrante tetap kondusif dan tidak ada tanda kepanikan.

Jainu mengatakan, warga desa masih beraktivitas seperti biasa, seperti mengambil rumput.

"Warga Balerante, kondusif, tidak panik, masih beraktivitas seperti biasa, mengambil rumput dengan selalu meningkatkan kewaspadaan," ujar Jainu.

Baca juga: Video Viral, Warga Jarah Bantuan Gempa Sulbar, Begini Penjelasan Polisi

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Fathan, Pemuda di Karawang yang Jasadnya Ditemukan di Pesawahan

Kemudian Jainu, menghimbau kepada masyarakat yang sudah berada di pengungsian untuk tetap bertahan dan tenang.

Dia juga menghimbau kepada warga yang masih diatas silahkan beraktivitas, dan sesuai dengan anjuran BPPTKG untuk tidak memasuki batas KRB III.

"Kami tidak hentinya tetap menghimbau kepada masyarakat Balrenta tingkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Merapi dan tidak melewati batas yang ditentukan BPPTKG," imbaunya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved