Proyek Tol Solo Jogja

Proyek Tol Solo-Jogja Sudah Dimulai, Tol Jogja-Bawen Pemasangan Patok Mulai Besok 19 Januari 2021

Pengerjaan proyek Trans Jawa tidak hanya menyasar Solo-Jogjakarta yang kini telah memasuki tahap penyelesaian ganti rugi.

TribunSolo.com/Laily Rachev Biro Setpres
ILUSTRASI TOL : Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu yang diresmikan Presiden Jokowi pada Selasa (29/9/2020). Adapun ruas tol sepanjang kurang lebih sepanjang 26 kilometer. 

TRIBUNSOLO.COM - Pengerjaan proyek Trans Jawa tidak hanya menyasar Solo-Jogjakarta yang kini telah memasuki tahap penyelesaian ganti rugi.

Tetapi secara bersamaan ada pembangungan Tol-Yogya Bawen yang bakal memasuki tahap pemasangan patok pada lahan terdampak.

Rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2021 yang dimulai dari Desa Banyurejo, Kapanewon Sleman.

"Dimulai dari seputaran SMP Negeri 2 Tempel," terang Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno saat dihubungi Tribun Jogja Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Ganti Rugi 9 Bidang Tanah Terdampang Tol Solo-Jogja Telah Dibayarkan, 15 Lainnya Menunggu

Baca juga: Hantam Pagar Pengamanan Tol Solo - Ngawi, Mobil Pajero Terperosok ke Parit, Seorang Pengemudi Tewas

Krido menargetkan proses pemasangan patok akan selesai pada Maret 2021 mendatang.

"Target selesai sekitar dua bulanan," tambahnya.

Lokasi pembangunan jalan tol sepanjang 8,5 km itu berada di 28 padukuhan, tujuh desa, tiga kapanewon di Sleman dengan perkiraan luas tanah kurang lebih 49,6 Hektar. 

Adapun jumlah bidang tanah yang terdampak ada 915 bidang dengan 952 warga di dalamnya. 

Pada ruas jalan tol ini nantinya bakal ada satu pintu keluar yang berada di simpang susun Desa Banyurejo, Seyegan Sleman.

Lebih jauh, terkait proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap, Krido menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu revisi Detail Engineering Design (DED). Diperkirakan desain tol akan mengalami sedikit perubahan.

"Yogya-Cilacap, kami masih menunggu revisi DED. Ada beberapa titik yang masih dibahas," terangnya.   

Revisi itu dilakukan menyusul adanya protes dari warga setempat sebab pembangunan tol akan memotong akses masuk ke cagar budaya dan kompleks pondok pesantren di Mlangi, Kapanewon Gamping, Sleman.

Saat ini ada tiga titik lokasi yang dibahas. Namun Krido belum berkenan menyebut di mana saja titik-titik tersebut.

"Ya nanti saja saya kasih tahu," paparnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved