Update Gunung Merapi

Merapi Diklaim Mereda, Warga Balerante Berbondong-bondong Tinggalkan Pengungsian & Pulang ke Rumah

Koordinator Pengungsi di TES Desa Balerante, Jainu membenarkan rencana kepulangan pengungsi di TES tersebut.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Warga masih berjualan di tengah dampak abu vulkanik Gunung Merapi di Desa mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (28/1/2021). 

"Untuk sementara mungkin nanti teman-teman PRB masih bersiaga di TES tersebut sambil menunggu perkembangan Merapi," ungkapnya.

Warga Tlogolele Pulang

Sebelumnya, pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali dipulangkan, Minggu (31/1/2021).

Mereka diberangkatkan dari tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) ke rumah masing-masing pukul 10.00 WIB.

Pemerintah Desa setempat memulangkan warganya dari pengungsian karena kondisi wilayah barat laut Merapi terpantau aman.

Baca juga: 241 Warga Tlogolele Boyolali Masih Bertahan , Pemdes Berencana akan Pulangkan Pengungsi Besok

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Menurun, Sejumlah Pengungsi di Desa Tegalmulyo Klaten Banyak yang Pulang

Sekretaris Desa  Tlogolele Neigen Achta Nur Edy Saputra mengatakan, pemulangan warga dari TPPS  ke rumah warga menggunakan mobil pikap milik relawan.

"Tadi pagi, kami telah memulangkan warga kami yang mengungsi di TPPS ke rumah masing-masing menggunakan mobil pikap milik relawan," ucap Neigen, kepada TribunSolo.com Minggu (31/1/2021).

Neigen mengatakan, pemulangan warga dari TPPS dilakukan oleh Kepala Desa Tlogolele.

Kepulangan warga pengungsi ke dukuh Klakah dan Jrakah juga berdasarkan rapat koordinasi di Aula Kecamatan Selo, Senin (22/1/2021) .

"Berdasarkan Surat dari Pemerintah Desa Tlogolele, kami memulangkan warga kami, selain itu, Kepala Desa juga menjamin bahwa wilayah barat laut Merapi aman, " kata Neigen.

Pemulangan warga pengungsi di Desa Tlogolele dicamtumkan pada Surat nomor 474/56/I/2021.

Baca juga: Begini aktivitas Pengungsian di Balerante Klaten Hilangkan Kejenuhan

Dalam surat itu, berisi tindak lanjut rapat koordinasi Senin (22/1/2021) lalu, di Aula Kecamatan Selo.

Rapat koordinasi diadakan BPPTKG dan BPBD Kabupaten Boyolali. 

Sementara dalam rapat tersebut dihadiri Camat Selo, Danramil Kecamatan Selo, Kapolsek Selo, Kades Tlogolele, FPRB Kabupaten Boyolali, Ketua PMI Boyolali, Ketua RAPI Boyolali, serta Perwakilan warga TSD 3.

Meskipun diizinkan pulang, warga tetap diminta kembali ke pengungsian jika status berubah menjadi tanggap darurat.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved