Berita Sragen Terbaru
Kekhawatiran Bupati Sragen soal Gerakan 'Jateng di Rumah Saja', Dua Hari Tingkat Kehamilan Bisa Naik
Bupati Sragen, Yuni khawatir dengan gerakan 'Jateng di Rumah Saja' ala Gubernur Jaten, Ganjar Pranowo.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati khawatir dengan gerakan 'Jateng di Rumah Saja' ala Gubernur Jaten, Ganjar Pranowo.
Dia beralasan, gerakan selama dua hari pada 6 dan 7 Februari 2021 bisa berimplikasi terhadap masalah baru.
Di mana menurutnya, dikhawatirkan selama dua hari itu tingkat kehamilan meningkat.
"Saya khawatir kalau dua hari berdiam diri di rumah ada yang hamil," tutur Yuni kepada TribunSolo.com, pada Rabu (3/2/2021).
• Kelakar Wali Kota Solo FX Rudy : Pendapi Gedhe Balai Kota Bisa Saja Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
• Terungkap Sebab Ibu Muda 25 Tahun Gantung Diri di Sragen, Gegera Pisah Ranjang & Meminta Rujuk?
Sampai saat ini, Pemkab Sragen masih menunggu instruksi dan formulasi program berdiam diri di rumah seperti apa dari Pemprov Jateng.
"Kami tunggu formulasinya dan bagaimana implementasinya."
"Ada sanksi atau tidak, dan juga apakah wilayah se Solo Raya bisa kompak dalam penerapannya," ucapnya.
Menurut dia, PPKM jilid pertama dan kedua, setiap kabupaten menerapkan kebijakan yang berbeda.
"Ini yang harus menjadi perhatian Pak Gubernur," katanya.
Pemilik RS Islam Amal Sehat ini menyatakan, berhasil atau tidaknya program tersebut bergantung pada masing-masing daerah.
"Tapi untuk di Sragen saya kira kami konsisten dan komitmen untuk menegakkan program berdiam diri dua hari di rumah," tegasnya.
Sri Mulyani Menerima
Sebelumnya, Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' ala Gubernur Ganjar Pranowo rupanya tidak ditolak oleh sejumlah kepala daerah di Solo Raya.
Di antaranya dari lingkungan Pemkab Klaten dan Sukoharjo.