Berita Sragen Terbaru
Kekhawatiran Bupati Sragen soal Gerakan 'Jateng di Rumah Saja', Dua Hari Tingkat Kehamilan Bisa Naik
Bupati Sragen, Yuni khawatir dengan gerakan 'Jateng di Rumah Saja' ala Gubernur Jaten, Ganjar Pranowo.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Menurut saya ide beliau (Gubernur) bagus, filosofinya kan gerakan moral masyarakat khususnya gerakan mentaati protokol kesehatan," ucapnya.
"Sehingga masyarakat bisa disiplin dalam melakukan jaga jarak dan jangan berkerumun. Serta membatasi kontak fisik atau mobilitas," terangnya.
Dengan adanya program itu, diharapkan dapat meminimalisasi transmisi Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo.
Selain itu, untuk kasus terkonfirmasi Covid-19 maupun suspek dan kontak erat, diminta untuk disiplin melakukan isolasi mandiri.
"Sebelumnya hasil tesnya keluar, jangan keluar rumah dulu. mereka wajib isolasi baik mandiri atau isolasi terpadu dan jangan bepergian," kata dia.
"Ini yglang harus diatur dengan ketat dan baik dengsn memberdayakan satgas Jogo Tonggo," tambahnya.
Komentar Ganjar Pranowo
Sementara, pernyataan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menolak gerakan Jateng di Rumah Saja sampai ke telinga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Sebelumnya, Rudy menolak gerakan Jateng di Rumah Saja diterapkan selama dua hari.
Rudy tidak setuju karena penerapan Jateng di Rumah Saja dinilai tidak efektif kalau hanya diberlakukan hanya dua hari selama akhir pekan.
Baca juga: Reaksi Sejumlah Kepala Daerah soal Jateng di Rumah Saja, Wali Kota Solo: Saya Tidak Setuju
Baca juga: Heboh Kudeta, Kader di Solo Kirim Surat Pernyataan Kesetiaaan Hanya Kepada Ketua Umum Demokrat AHY
Namun, Ganjar memastikan pelaksanaan Jateng di Rumah Saja mendapat dukungan dari seluruh kabupaten dan kota usai menggelar rapat dengan para Sekda.

"Enggak, siapa bilang enggak setuju. Ya hari ini Sekda-sekda kita bicara kok, semua mendukung,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (2/2/2021).
Ganjar meminta masyarakat turut aktif berpartisipasi dalam melaksanakan Jateng di Rumah Saja yang berlangsung selama dua hari pada 6 dan 7 Februari 2021.
“Nah kita siap-siap, sebelum dua hari itu, yang pengin belanja dulu untuk persiapan di rumah, enggak usah banyak-banyak toh cuma dua hari,” ujarnya.
Ganjar mengimbau pada masyarakat untuk menunda seluruh kegiatan yang sudah direncanakan pada akhir pekan nanti.