Berita Sragen Terbaru
Habiskan Ribuan Ban Bekas, Tanggul Darurat di Gabusan Sragen Selesai Dikerjakan
Keberadaan tanggul darurat ini diharapkan bisa mencegah terjadinya longsor bila debit air sungai meluap karena diguyur hujan.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Eka Fitriani
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tanggul darurat yang dibuat di bantaran sungai Garuda dan sungai Mungkung, tepatnya di Dukuh Gabusan RT 2, Desa Tangkil, Kecamatan/Kabupaten Sragen selesai dikerjakan pada Minggu (7/3/2021).
Keberadaan tanggul darurat ini diharapkan bisa mencegah terjadinya longsor bila debit air sungai meluap karena diguyur hujan.
Baca juga: Tanggul dari Ban Bekas Selesai Dikerjakan, Warga Terdampak Tetap Was-Was, Mengapa?
Baca juga: Talut Ambrol Akibat Erosi Sungai, Warga Sragen Bangun Tanggul Pakai Ban Bekas
Penggagas tanggul darurat, Suyadi menyampaikan, dibutuhkan 2.200 ban bekas untuk membuat tanggul itu.
"Estimasi kami kemarin sekitar 1.600 ban bekas tapi ternyata harus ditambah," kata Suyadi, Selasa (8/3/2021).
Ban-ban bekas itu lantas disusun secara vertikal dan diikat menggunakan kawat besi.
"Ban-ban bekas itu kami tumpuk di bantaran sungai yang panjangnya 86 meter dan kedalaman delapan meter," tuturnya.
Alasan dipilihnya ban bekas untuk membuat tanggul darurat karena pengalamannya yang pernah tinggal di Papua.
"Saya kan tinggal di Papua, kondisi tanah di sana juga mudah longsor, makanya mereka pakai ban bekas agar enggak longsor," jelasnya.
Ia memperoleh ban bekas tersebut dari berbagai pihak.
"Bannya ada yang kami cari sendiri di sekitar Solo Raya dan ada pula yang diberi oleh seseorang," ujar dia. (*)