Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Pemerintah Pusat Bakal Impor Beras, Petani Klaten Jadi Resah

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten tegas tolak program impor beras ke Indonesia. 

TribunSolo.com/Agil Tri
Petani Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo saat melakukan gropyokan tikus, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten tegas tolak program impor beras ke Indonesia. 

Program tersebut dicanangkan oleh Menteri Perdagangan RI.

Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Wening Swasono mengatakan, kebijakan impor beras jika tetap diterapkan akan membunuh para petani.

Baca juga: Pemerintah Akan Impor Beras, Anggota DPR Beri Sindiran : Sekarang Surplus, Kenapa Malah Pilih Impor?

Baca juga: Imbas Harga Kedelai Impor Meroket, Produsen Tahu di Klaten Kurangi Ukuran Tahu dan Terancam Tutup

"Kami secara tegas menolak untuk impor beras, hal ini bisa mematikan petani," ucap Wening, kepada TribunSolo.com, Sabtu (13/3/2021).

Wening mengatakan penolakan impor beras tersebut karena saat ini Indonesia memasuki musim panen.

Ia menyebutkan, baik di lahan basah maupun kering, petani masih dapat memanen hasil padinya.

"Yang jelas dengan impor beras ini akan merugikan petani, Mendag seharusnya lebih memperhatikan melihat data-data dari pertanian," ucap Wening.

"Jangan hanya berdasarkan data sendiri, lalu ada pernyataan kekurangan padahal masih ada sisa impor yang lalu, " tambahnya.

Baca juga: Cerita Petani Bawang Putih Tawangmangu Baru, Bertahan di Tengah Gempuran Bawang Putih Impor

Wening mengaku KTNA Provinsi Jateng saat ini sedang beraudiensi dengan DPRD Provinsi Jateng.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved