Berita Klaten Terbaru
Akuarium dari Ban Bekas Buatan Warga Klaten Laris Manis, Pasar Tembus Sampai Bangka Belitung & Bali
Ide kreatif Dwi Hartono (37) warga Dukuh Cabakan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan bisa ditiru.Di tengah masa sulit bisa bangkit.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Ide kreatif Dwi Hartono (37) warga Dukuh Cabakan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan bisa ditiru.
Di tengah masa sulit masyarakat dihantam Pandemi Corona, dia bisa menciptakan barang berharga bermodal ban bekas.
Dwi menyebut Akuarium dari ban bekas buatannya sebagai akuarium bantik.
Baca juga: Habiskan Ribuan Ban Bekas, Tanggul Darurat di Gabusan Sragen Selesai Dikerjakan
Baca juga: Serba Pakai Ban Bekas, Ini Taman Unik di Kota Tangerang
Awal mula terciptanya akurium ban bekas ini saat pertama Pandemi masuk Indonesia pada Maret 2020 lalu.
"Saat itu pekerjaan sepi," papar dia pada TribunSolo.com, Rabu (13/3/2021).
Kebetulan dia melihat ada ban bekas dan mencoba untuk membuat akuarium.
Awal mula percobaan, Dwi Hartono selalu gagal.
"Saya lakukan 5 kali percobaan, tapi belum bisa masih terus bocor," papar dia.
Saat percobaan ke-6 dia berhasil dan aquarium tidak bocor.
Baca juga: VIDEO: Penataan Tiga Ruas Jalan, Penjual Ban Bekas Ini Minta Pemkot Perhatikan Lokasi Pemindahan
Berawal dari situ, dia kemudian mengembangkan usahanya dan mengajak warga sekitar untuk ikut membuat akuarium.
"Terutama para pemuda di Desa Sengon yang tidak bekerja karena pandemi," papar dia.
Awal mula membuat akuarium dari ban ini, Dwi membutuhkan waktu sampai 2 minggu.
Namun, sekarang dalam sehari mereka bisa membuat 5 akuarium dari ban bekas.
Sampai saat ini pesanan akurium buatannya sudah menembus Ciamis, Cilacap, Pangandaran, Boyolali, hingga luar Jawa seperti Bangka Belitung dan Bali.
Baca juga: Tanggul dari Ban Bekas Selesai Dikerjakan, Warga Terdampak Tetap Was-Was, Mengapa?
"Banyak sekali yang pesan, sedangkan kami membuat akuarium tersebut secara manual," aku Dwi.
Ia membanderol harga akuarium berdasarkan ukuran ban.
Mulai dari Rp 600 ribu untuk ukuran 14/16, Rp 800 ribu untuk ukuran 16/18 dan Rp 1 Juta untuk ukuran 18/20.
"Kedepannya kami akan berinovasi lagi, rencanannya kami membuat akuarium dari ban alat berat," pungkasnya. (*)