Berita Karanganyar Terbaru

Harga Cabai di Karanganyar Ogah Turun, Tembus Rp 125 Ribu Per Kg, Lebih Mahal dari Harga Daging Sapi

Harga cabai rawit merah di Kabupaten Karanganyar masih melambung tinggi, sehingga membuat masyarakat kelimpungan.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Azfar Muhammad
ILUSTRASI : Penjual berbagai macam cabai menunggu pembeli di Pasar Legi, Kota Solo, Rabu (10/3/2021). 

Harga cabai di Pasar Nglano Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar mencapai Rp 105 ribu per kilogram.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar pada akhir pekan lalu, harga cabai rawit merah berkisar Rp 90 ribu per Kg.

Harga cabai merah keriting Rp 48 ribu per Kg, harga cabai rawit hijau Rp 52 ribu per Kg dan harga cabai merah besar Rp 33 ribu.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Sragen Makin Pedas, Kini Rp 90.000 Per Kg, Pembeli Menurun

Baca juga: Sebelum Warnai Cabai dengan Cat Semprot, Petani di Temanggung Sempat Warnai dengan Cengkih

Pedagang, Sarmini (57) menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi sejak pekan lalu. Kondisi tersebut tak ayal membuat konsumen mengurangi jumlah pembelian.

"Harga cabai rawit merah hari ini Rp 105 ribu, minggu kemarin itu kisaran 80 ribu-Rp 85 ribu. Harga cabai merah besar Rp 40 Kg, harga cabai merah keriting Ro 40 ribu," katanya kepada Tribunjateng,com, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah paling signifikan terjadi pada bulan ini sejak awal tahun. Sarmini menyetok 5 Kg cabai rawit merah setiap harinya.

"Kadang habis kadang tidak. Kadang dua-tiga hari baru habis. Yang beli biasanya 1 Kg, sekarang jadi seperempat kilo," ungkapnya.

Sementara Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Supriyadi menuturkan,cabai yang dijual di wilayah Karanganyar selain berasal dari petani lokal juga berasal dari wilayah sekitar seperti Magetan dan Boyolali.

"Faktor kenaikan harga lebih karena faktor supply and demand," jelasnya.

Semprot Cabai Menggunakan Pewarna Kimia

Sebelumnya, petani berinisial BN (35) asal Nampirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, nekat mewarnai cabai dengan cat semprot merah.

Akibat perbuatannya, pelaku meringkuk di sel tahanan polisi.

Sebelum mengecat dengan cat semprot, pelaku pernah mewarnai cabai tersebut dengan cengkeh, namun gagal.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry mengungkapkan, sebelum mewarnai cabai dengan cat semprot ternyata pelaku sempat menguji coba dengan bahan pewarna lain.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg, Pemkab Sukoharjo Sebut Siklus Tahunan

"Keterangan pelaku dia pertama kali, sebelum mengecat pakai Pilox (cat semprot) sudah pernah mencoba dengan cairan cengkih," kata Berry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/1/2021).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved