Berita Boyolali Terbaru
Viral Warga Cepogo Boyolali Cegat Crosser Bawa Batu, Ternyata Begini Kondisinya
Video warga Cepogo, Boyolali cegat crosser yang melintas di wilayah setempat viral di media sosial (Medsos) pada Minggu (28/3/2021).
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Video warga Cepogo, Boyolali cegat crosser yang melintas di wilayah setempat viral di media sosial (Medsos) pada Sabtu (27/3/2021).
Dalam video tersebut terlihat warga dan crosser beradu mulut.
Bahkan warga Cepogo Boyolali yang menghentikan crosser tersebut terlihat membawa batu di tangannya.
Baca juga: Kronologi dari Panitia, 30 Crosser Tersapu Arus Banjir di Boyolali saat Trabas, Akui Tak Dapat Izin
Baca juga: BREAKING NEWS : Puluhan Motor Trail Tersapu Arus Banjir di Boyolali, Nekat Offroad Meski Hujan Deras
Menelusuri informasi tersebut, TribunSolo.com menemui Ketua RT 2 RW 2 Bubakan, Jaluk, Cepogo, Boyolali, Sri Hadi.
Sri Hadi membenarkan ada warganya yang menghentikan crosser yang melintas di wilayahnya.
Warga tersebut berinisial S (35).
S memiliki gangguan kecemasan berlebih lantaran dulu pernah mengalami kecelakaan saat usianya 19 tahun dan koma selama 3 bulan.
Jadi saat mendengar kebisingan, dia akan marah-marah.
Saat itu, kebetulan para crosser melintas di wilayah tersebut dan terdengar oleh S.
Baca juga: Terungkap, 30 Pemotor Trail yang Tersapu Arus Banjir di Boyolali Belum Kantongi Izin Resmi
Kemudian S menghentikan dan diikuti ibunya.
Ibu S mengikuti agar tidak terjadi tindakan yang berlebihan dan melerai perkelahian.
"Kegiatan trail itu melintas di wilayah kami dan tidak ada izin, jadi apa yang dilakukan S sebenarnya tidak sepenuhnya salah," papar dia.
"Kalau ada (izin) kan, bisa kita lakukan pengalihan jalur jadi engak menganggu warga kita," tegas Sri Hadi.
Seperti diketahui, para crosser yang melintas di wilayah desa tersebut adalah crosser yang mengikuti kegiatan amal membangun pesantren di Telogohimo, Boyolali.
Baca juga: Viral Driver Ojol Sujud Syukur di Depan Motor, Ternyata Begini Kisah di Baliknya
Penanggung Jawab Kegiatan Galang Dana Pembangunaan Pasantren, Danang Agus Wibowo mengatakan, benar ada kejadian tersebut.
Pihaknya menyatakan akan meminta maaf atas keributan yang ditimbulkan.
"Kami mohon maaf atas kesalahpahaman dan keributan yang kami timbulkan," ungkap dia, Minggu (28/3/2021)
Danang berjanji akan meminta maaf secara langsung ke S dan warga sekitar.
"Pastinya akan kita agendakan permintaan maaf secara langsung, untuk waktu masih kita rundingkan," tutup Danang.
Kronologi Crosser Tersapu Arus
Sebanyak 30 crosser tersapu arus banjir saat sedang trabas di Kali Ketek, Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, Sabtu (27/3/2021).
Panitia penanggung jawab kegiatan trabas tersebut mengungkap, acara yang mereka gelar bertujuan untuk kegiatan amal pembangunan Pesantren di Telogohimo, Cepogo, Boyolali.
Penanggung Jawab Kegiatan Galang Dana Pembangunan Pasantren, Danang Agus Wibowo mengatakan, kegiatan trabas yang mereka lakukan di Kali Ketek, Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali tersebut diikuti sekitar 150 crosser dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Terungkap, 30 Pemotor Trail yang Tersapu Arus Banjir di Boyolali Belum Kantongi Izin Resmi
Baca juga: BREAKING NEWS : Puluhan Motor Trail Tersapu Arus Banjir di Boyolali, Nekat Offroad Meski Hujan Deras
Dia mengatakan, kejadian crosser diterjang arus tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
Awalnya, air hanya semata kaki orang dewasa, namun saat para crosser sedang melakukan trabas tiba-tiba banjir datang.
Para crosser yang berada di kali ketek kaget dan berusaha menyelamatkan diri.
"Jalur itu sebenarnya sudah kita pantau berkali-kali dan sering digunakan untuk trail," kata dia, Minggu (28/3/2021).
"Secara teknis sudah kita siapkan 1,5 bulan," katanya.
Baca juga: Nasib Pemotor Berkaus Polisi Tanpa Helm di Solo Baru : Awalnya Sangar, Kini Memelas Minta Maaf
Danang mengatakan, kemungkinan karena saat itu hujan, sehingga debit air meningkat tiba-tiba.
Beruntung, para crosser bisa menyelamatkan diri, proses evakuasi juga dibantu dari relawan dengan cara menarik motor mereka menggunakan tambang dari bibir tebing.
Akui Tak Dapat Izin
Kegiatan amal yang digelar para crosser di Kali Ketek, Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, Sabtu (27/3/2021) tidak mendapatkan izin dari kepolisian maupun satgas Covid-19.
Hal ini diakui panitia kegiatan.
Penanggung Jawab Kegiatan Galang Dana Pembangunan Pasantren, Danang Agus Wibowo mengatakan,kegiatan tersebut memang tidak mendapatkan izin dari kepolisian dan Satgas Covid-19 Boyolali.
Baca juga: Curi Gabah Pakai Motor Mewah di Sragen,Pria Kebakkramat Mengaku untuk Hidupi Keluarga & Disumbangkan
Lantaran tidak mendapatkan izin, kegiatan amal tersebut sempat dihentikan oleh Satgas Covid-19 dan kepolisian Boyolali pada Sabtu (27/3/2021) pukul 10.00 WIB.
Padahal, mereka sudah menyiapkan protokol kesehatan seperti hand sanitizer, masker, jaga jarak.
Pantia kemudian melepaskan dan membongkar atribut acara tersebut.
Namun, lantaran menurut dia, pelanggaran hanya pada kerumunan saja, para crosser tetap jalan di trayek yang disediakan dengan menjaga jarak.
"Acara dihentikan, tapi crosser tetap jalan sesuai trayek dengan jaga jarak," kata dia.
Sampai akhirnya ada kejadian, 30 crosser tersapu banjir di kali ketek.
30 Motor Rusak
Sebanyak 30 motor trail rusak akibat kejadian ini.
Danang mengatakan, meminta maaf pada para peserta atas keteledoran panitia ini.
Dia juga berharap agar para crosser yang terluka bisa segera pulih.
Baca juga: Ngeri, Lagi Naik Motor Pria Ini Kaget Tiba-tiba Ular Kobra Muncul di Stang Lalu Gigit Tangannya
Sementara itu, dana yang terkumpul sebanyak Rp 80 juta akan digunakan untuk memperbaiki jalur dan membangun pesantren di Telogohimo, Cepogo, Boyolali.
Sebagai langkah tanggungjawab panitia pada warga sektiar lokasi trabas, mereka memperbaiki jalur dan mengganti saluran air yang dilalui.
Sebelumnya, Organisasi Indonesian Offroad Federation (IOF) tidak menerima surat izin dari perwakilan pemotor yang terseret arus deras banjir bandang di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Hal tersebut disampaikan Pengurus IOF Jawa Tengah, Sumarno.
"Hingga kini tidak ada surat ijin masuk," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (27/3/2021).
Sumarno mengungkapkan IOF sebenarnya sudah memberi imbauan bagi para pemotor trail untuk tidak mengadakan kegiatan motor trail selama masa pandemi Covid-19.
Baca juga: BREAKING NEWS : Puluhan Motor Trail Tersapu Arus Banjir di Boyolali, Nekat Offroad Meski Hujan Deras
Baca juga: Banjir Terjadi di Kota Bima, Ratusan Rumah Terdampak, 4 Kelurahan Tergenang
"Namun mereka berdalih akan membagikan sembako, dan tidak meminta ijin kepada kita, akhirnya di saat celaka kami tidak tahu menahu," terang dia.
"Kalau misal saya tahu duluan, saya akan bantu polisi dan aparat untuk membubarkan kegiatan trail semacam itu, karena ilegal dan membahayakan," tegasnya.
Ke depan, agar kejadian serupa tidak terulang, pihak IOF akan membimbing setiap masyarakat yang memiliki minat di bidang motor trail, dan jeep agar lebih berhati-hati.
"Untuk semua komunitas akan kami bimbing, baik terdaftar ataupun tidak sebagai anggota," ucap Sumarno.
30 Pemotor Terseret
Sebelumnya, sebanyak 30 sepeda motor trail tersapu arus banjir bandang di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (27/3/2021).
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan
“30 kendaraan terbawa arus tapi semua nya sudah aman dan ketemu,” tutur Bambang kepada TribunSolo.com.
Banjir bandang, sambung Sinung, terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Boyolali sekira pukul 15.00 WIB.
“Tadi sore tepatnya sekitar ashar saya dapat kabar bahwa tempat trail offroad di Cepogo terseret banjir karena hujan,” ujar Bambang.
Bambang belum tahu kronologis persisnya soal kejadian banjir bandang yang menyeret puluhan sepeda motor trail itu.
Baca juga: Banjir Terjadi di Kota Bima, Ratusan Rumah Terdampak, 4 Kelurahan Tergenang]
Baca juga: Banjir di Kota Malang, Fasilitas Pelayanan Stasiun KA Tergenang, Tak Ganggu Jadwal Kereta
“Kronologi persisnya saya tidak di TKP, namun ya karen hujan dari siang sampe sore ternyata di atas (di puncak offroad) sudah banjir lebih dahulu dan yang dibawah memang belum banjir,” kata dia.
“Berhubung di bawah belum hujan di atas sudah banjir, para pembalap tetap melakukan balapan ya ini banjir nya tiba-tiba,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Hanya ada 3 pengendara yang sempat terseret arus deras.
Mereka hanya mengalami luka ringan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari banjir yang tiba-tiba ini," ucap Bambang.
"Alhamdulillah 30 orang yang terseret banjir selamat semua,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ketua-rt-2-rw-2-sri-hadi.jpg)