Berita Solo Terbaru

Daftar Harga Cabai di Pasar Legi Solo 29 Maret 2021: Cabai Hijau Paling Murah

Harga cabai saat ini mengalami penurunan dari hari sebelumnya.TribunSolo.com mendatangi Pasar Legi Solo untuk mengupdate harga cabai pada Senin.

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Ryantono
Pedagang cabai di Pasar Legi Solo, Kamis (23/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Harga cabai saat ini mengalami penurunan dari hari sebelumnya. 

TribunSolo.com mendatangi Pasar Legi Solo untuk mengupdate harga cabai pada Senin (29/3/2021).

Baca juga: Geger Video Cabai Rawit Diduga Dicat, Kini Polisi Periksa Penyuplai hingga Pedagang Cabai

Baca juga: Ditanya Apa Ada yang Menimbun Cabai hingga Harganya Rp 120 Ribu Per Kg? Begini Jawaban Pemkab Klaten

Berikut harga cabai di Pasar Legi Solo:

Harga cabai merah keriting Rp 35.000 per kg

Harga cabai merah besar Rp 35.000 per kg

Harga cabai rawit hijau Rp 22.000 per kg

Harga cabai rawit merah Rp 55.000 per kg

Harg cabai hijau Rp 15.000 per kg

Sebelumnya, harga cabai rawit di Pasar Legi  Solo mulai turun dibandingkan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, harga cabai rawit bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Pantauan TribunSolo.com, harga tersebut saat ini sudah mulai menunjukan penurunan.

Baca juga: Geger Video Cabai Rawit Diduga Dicat, Kini Polisi Periksa Penyuplai hingga Pedagang Cabai

Baca juga: Daftar Lengkap Harga Cabai di Solo : Paling Murah Cabai Hijau, Paling Fantastis Cabai Rawit Merah

Saat ini harga cabai rawit per kilogram Rp 55 ribu.

Pedagang Cabai Pasar Legi Solo, Sulawi (45) mengatakan, harga terbaru cabai turun hampir 50 persen dari sebelumnya.

"Sekarang cabai rawit merah Rp 55 ribu per kilogram," kata dia, Senin (29/3/2021).

"Tergantung stoknya kalau cabai ini," jelasnya.

Walaupun harga cabai kini sudah menurun, minat masyarakat masih sama saja.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Klaten Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram, Pedagang Sebut Stok Minim

"Ini masih sepi kondisinya, padahal mau Ramadhan 2021," papar dia.

Dia mengaku, mendapatkan stok cabai dari petani di Boyolali.

“Ya meskipun pasokan cabai sedikit dari pengepul petani tapi kita juga menyesuaikan harga pasar karena yang beli pun sedikit,” tandasnya.

Pernah Tembus Rp 120 Ribu

Harga cabai rawit merah di Kabupaten Karanganyar masih melambung tinggi, sehingga membuat masyarakat kelimpungan.

Bahkan harga cabai lebih mahal dari harga daging sapi yang hanya Rp 120 ribu per kg.

Mengingat kini harga cabai rawit merah sudah menembus Rp 125 ribu per kg.

Kasi Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Budi Sutrisno, mengungkapkan bahwa kelangkaan itu disebabkan cuaca buruk yang menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen.

"Banyak yang gagal panen," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Geger Video Cabai Rawit Diduga Dicat, Kini Polisi Periksa Penyuplai hingga Pedagang Cabai

Baca juga: Ditanya Apa Ada yang Menimbun Cabai hingga Harganya Rp 120 Ribu Per Kg? Begini Jawaban Pemkab Klaten

Selain itu banyak petani yang sebelumnya bercocok tanam cabai rawit merah kini beralih ke komoditas lain, karena musim panen tahun lalu harganya anjlok.

"Tahun kemarin banyak yang mengalami kerugian, jadi tahun ini malah langka," ujarnya.

Adapun lahan yang digunakan untuk bertani di Karanganyar berada di wilayah Jumapolo, Matesih, Karangapandan dan Tawangmangu.

"Area tanam cabai sebagian besar di dataran tinggi," jelasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa harga tinggi cabai merah bukan karena faktor permainan pasar atau oknum yang sengaja lakukan penimbunan.

"Cabai itu kalau nggak segera dijual, maka akan segera membusuk atau mengering," tuturnya.

Kini menjelang bulan Ramadhan saat komoditas kebutuhan pokok menjulang naik, harga cabai rawit merah perlahan mulai menunjukkan penurunan.

"Di beberapa petani sudah ada yang menjual dengan harga Rp 75 ribu, meski belum semua," harapnya.

Awal Bulan Rp 105 Ribu Kg

Harga cabai di Pasar Nglano Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar mencapai Rp 105 ribu per kilogram.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar pada akhir pekan lalu, harga cabai rawit merah berkisar Rp 90 ribu per Kg.

Harga cabai merah keriting Rp 48 ribu per Kg, harga cabai rawit hijau Rp 52 ribu per Kg dan harga cabai merah besar Rp 33 ribu.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Sragen Makin Pedas, Kini Rp 90.000 Per Kg, Pembeli Menurun

Baca juga: Sebelum Warnai Cabai dengan Cat Semprot, Petani di Temanggung Sempat Warnai dengan Cengkih

Pedagang, Sarmini (57) menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi sejak pekan lalu. Kondisi tersebut tak ayal membuat konsumen mengurangi jumlah pembelian.

"Harga cabai rawit merah hari ini Rp 105 ribu, minggu kemarin itu kisaran 80 ribu-Rp 85 ribu. Harga cabai merah besar Rp 40 Kg, harga cabai merah keriting Ro 40 ribu," katanya kepada Tribunjateng,com, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah paling signifikan terjadi pada bulan ini sejak awal tahun. Sarmini menyetok 5 Kg cabai rawit merah setiap harinya.

"Kadang habis kadang tidak. Kadang dua-tiga hari baru habis. Yang beli biasanya 1 Kg, sekarang jadi seperempat kilo," ungkapnya.

Sementara Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Supriyadi menuturkan,cabai yang dijual di wilayah Karanganyar selain berasal dari petani lokal juga berasal dari wilayah sekitar seperti Magetan dan Boyolali.

"Faktor kenaikan harga lebih karena faktor supply and demand," jelasnya.

Semprot Cabai Menggunakan Pewarna Kimia

Sebelumnya, petani berinisial BN (35) asal Nampirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, nekat mewarnai cabai dengan cat semprot merah.

Akibat perbuatannya, pelaku meringkuk di sel tahanan polisi.

Sebelum mengecat dengan cat semprot, pelaku pernah mewarnai cabai tersebut dengan cengkeh, namun gagal.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry mengungkapkan, sebelum mewarnai cabai dengan cat semprot ternyata pelaku sempat menguji coba dengan bahan pewarna lain.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg, Pemkab Sukoharjo Sebut Siklus Tahunan

"Keterangan pelaku dia pertama kali, sebelum mengecat pakai Pilox (cat semprot) sudah pernah mencoba dengan cairan cengkih," kata Berry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/1/2021).

Namun uji coba mewarnai dengan cairan cengkih itu, kata Berry, tidak berhasil. Pewarna tidak dapat menempel ke cabai.

"Akhirnya dia berinisiatif pakai pilox, dan hasilnya sama persis. Kalau dilihat sama persis, cabai rawit merah yang asli kalau digosok warnanya tetap, tapi kalau yang dicat mengelupas," jelas Berry.

Baca juga: Viral Cabai Rawit Dicat Merah yang Tak Bisa Larut, BPOM: Mirip Cat Kayu, Jelas Bukan Pewarna Makanan

Berry mengatakan, cabai rawit yang dicat semprot itu didistribusikan hingga Kabupaten Banyumas melalui seorang pengepul.

"Pedagang di beberapa pasar itu mengambil dari seorang pengepul asal Temanggung, nah pengepul ini dapat cabai salah satunya dari pelaku. Dari petani cabai datang pakai karung, kemudian dikemas dalam kardus dan dikirim ke sini," kata Berry.

Baca juga: Berkaca dari Kasus Cabai Dicat di Banyumas, Jika Dikonsumsi Bisa Sebabkan Keracunan hingga Keguguran

Berry mengatakan, aksi tersebut hanya dilakukan pelaku seorang diri.

Diberitakan sebelumnya, cabai rawit berwarna merah yang ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ternyata dicat menggunakan cat semprot.

Untuk mengelabui pembeli, kata Berry, terduga pelaku mencampur cabai rawit kuning yang dicat merah dengan cabai rawit merah asli dalam satu kemasan.

Pelaku mengecat cabai rawit kuning dengan warna merah karena harga cabai rawit merah di pasaran sedang tinggi. (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Warnai Cabai dengan Cat Semprot, Petani Ini Sempat Pakai Pewarna dari Cairan Cengkih".

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved