Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Imbas Klaster Ponpes Kauman Solo, Kemenag Telusuri Sumber Penularan Covid-19, Singgung Hal Ini

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo berencana mengevaluasi kebijakan pembukaan pondok pesantren saat pandemi Covid-19.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Petugas melakukan swab pasca temuan 38 kasus Covid-19 di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Rabu (31/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, solo - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo berencana mengevaluasi kebijakan pembukaan pondok pesantren saat pandemi Covid-19.

Evaluasi dilakukan menyusul temuan kasus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren kawasan Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Setidaknya ada 38 warga pondok pesantren yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Kota Solo, Hidayat Maskur mengatakan pihaknya akan menelusuri sumber penularan di lingkungan pondok pesantren tersebut.

"Kok sampai bisa, apakah ada wali santri yang masuk? Karena itu ada tata tertibnya sendiri," kata Hidayat kepada TribunSolo.com, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Siap-siap, Vaksinasi Covid-19 Sasar 6 Juta Guru, Ditargetkan Selesai Juni 2021

Baca juga: Soal Kasus Covid-19 di Ponpes Solo, Pengelola Tegaskan Prokes Ketat : Masuk Wajib Swab Antigen

"Ketika santri sudah dimasukkan, tidak boleh dikunjungi wali murid ataupun orang tua santri," tambahnya.

Selain itu, warga pondok pesantren juga tidak boleh keluar dari lingkungan pondok apabila sudah masuk.

"Santri yang sudah ada di asrama, setiap santri tidak boleh keluar pondok atau berinteraksi dengan siapapun. Begitu juga ustads atau ustadzahnya," jelas Hidayat.

"Kalau tidak kemana - mana, harusnya tidak apa-apa," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved