Breaking News:

Kronologi Guru Ngaji Rudapaksa Santriwati di Garut, Bermula Ajakan Ziarah tapi Malah Dibawa ke Hotel

Selama tiga hari itu pelaku melakukan perbuatan bejatnya di dua hotel berbeda di Pangandaran.

(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
Ilustrasi korban pemerkosaan 

"Sepulang dari sanalah korban RK (17) kondisinya tidak mau diajak bicara, murung terus sampai pihak keluarga bingung ada apa yang terjadi sama dia," ucap Ajid.

Pascakejadian itu awalnya korban tidak mau bicara apa pun.

Namun setelah mendapat pendekatan dari keluarga korban akhirnya mau bicara.

Baca juga: Usai Dikerik, Warga Ngawi yang Tinggal di Sragen Ini Ditemukan Tewas, Ini Penyebabnya

Baca juga: Jadi Kurir Narkoba, Nelayan Sukabumi Divonis Hukuman Mati, Keluarga : Anaknya Murung dan Menangis

Keluarga yang mengetahui perbuatan bejat sang guru ngaji tersebut langsung meminta musyawarah dengan pelaku secara kekeluargaan.

Namun musyawarah tersebut tidak berjalan dengan lancar.

Akhirnya kabar dugaan pencabulan terhadap RK menyebar ke warga lain.

Mereka yang mengetahui kabar tersebut langsung berbondong-bondong mendatangi tempat ngaji tersebut dan membakarnya.

Saat pembakaran terjadi pelaku sudah tidak ada di tempat, diketahui pelaku sudah melarikan diri.

Ajid menambahkan, bahwa pelaku bukan asli warga desa tersebut.

Ia merupakan pendatang sejak hampir satu tahun terakhir berada di desanya.

Halaman
1234
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved