Breaking News:

Kisah Suyamto Kades Dermawan di Klaten : Tak Ambil 1 Rupiahpun,Padi di Sawahnya Justru Dipanen Warga

Hasil tanah kas desa yang bisanya menjadi jatah setiap kepala desa, tetapi di tangannya justru dibagi-bagi ke masyarakat.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kolose sosok Kades Suyamto dan warga tengah asyik memanen untuk dirinya sendiri di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jumat (16/4/2021). 

Lebih lanjut dia menjelaskan, sawah yang dia garap dan dipanen warga tersebut baru satu patok yaitu sekitar 1.700 meter persegi.

Meskipun tidak berhektar-hektar, tetapi tahan seluas itu bisa menghasilkan pundi-pundi lumayan.

"Kalau dijual ke tengkulak gabah umumnya laku Rp 5 juta, tapi lebih baik diberikan ke warga saja," jelasnya.

Adapun selama ini dia menanam padi dengan berberapa jenis benih, mulai dari Inpari 42, Inpari 32 dan Ir 64.

"Benih yang saya tanam memakai berbagai jenis benih, dan untuk nanti akan memakai 46," aku dia.

Dia mengaku membuat kebijakan tersebut merupakan dari niat syukur kepada Tuhan sehingga sedikit banyak bisa membantu warganya.

Meski tak banyak membantu, hal itu yang dia lakukan hanya untul ibadah.

"Ya saya ikhlas saja meskipun tak seberapa tapi nyatanya setelah itu panenan lain juga bagus hasilnya," ujar dia.

Baca juga: Bukan Antigen, Gibran Minta Warganya di Perantauan Bawa Swab Tes PCR Jika Terpaksa Mudik ke Solo

Baca juga: Kisah Agus, 30 Tahun Buka Jasa Buat Stempel hingga Plat Nomor di Jalan Irian Klaten, Kini Dipindah

Suyamto menambahkan, dalam mengambil hasil panennya, warga diminta tidak menggunakan arit, karena dia ingin mengembalikan tradisi.

"Dalam memanen padi tersebut saya melarang memakai arit, warga hanya dibolehkan memakai ani-ani, gunting dan pisau," terang dia.

Halaman
1234
Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved