Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Imbas Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal Terpapar Covid-19, Puluhan Orang Jalani Rapid Antigen

Puluhan Guru dan karyawan SMAN 1 Gondang menjalani tes rapid antigen di Puskesmas Gondang, Sragen pada Senin (19/4/2021). 

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Guru dan karyawan SMAN 1 Gondang, Sragen menjalani rapid tes antigen di Puskesmas Gondang, Senin (19/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Puluhan Guru dan karyawan SMAN 1 Gondang menjalani tes rapid antigen di Puskesmas Gondang, Sragen pada Senin (19/4/2021). 

Tes ini diikuti 48 guru dan karyawan SMAN 1 Gondang setelah tiga orang guru dinyatakan meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19. 

"Tes ini digelar karena sudah ada tiga guru yang meninggal dan sembilan karyawan yang juga positif Covid-19," ungkap Kepala Puskesmas Gondang, Dedi Ari Saputro kepada wartawan, Senin (19/4/2021). 

Baca juga: Buntut Guru di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka TK dan PAUD Dihentikan

Baca juga: Dua Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal karena Covid-19, Bupati : Tak Ditunjuk Gelar Tatap Muka

Dedi menyampaikan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen meminta tes ini digelar guna memastikan kondisi mereka. 

"Kami adakan tes rapid antigen secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi guru dan karyawan SMAN 1 Gondang seperti apa," katanya. 

Dikatakannya, mayoritas guru dan karyawan SMAN 1 Gondang hadir di Puskesmas Gondang untuk menjalani tes rapid antigen. 

"Yang enggak datang hanya beberapa orang saja karena tidak enak badan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Jateng VI, Suratno mengatakan, tes rapid antigen dilakukan untuk memutus mata rantai penularan corona. 

Baca juga: Ada Kasus Corona di Ponpes Solo, Pemkot Pastikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Jalan Terus

“Untuk hasilnya masih menunggu. Nanti kami koordinasi dengan Dinkes Sragen,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan taman kanak-kanak.

Hal itu tertuang dalam surat nomor 420/1460/013/2021.

Penghentian PTM di tingkat PAUD dan TK menyusul adanya tiga orang guru di SMAN 1 Gondang yang meninggal dunia usai terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Imbas Klaster Ponpes di Ceper Positif, Satgas Corona Klaten Siaga, Agar Tak Menyebar ke Perkampungan

Baca juga: Alasan Warga Solo Tetap Jalani Tradisi Padusan di Tengah Pandemi Corona, Sebut untuk Bersihkan Diri

Kepala Disdikbud Sragen, Suwardi mengatakan, meski PTM dihentikan namun pembelajaran tetap berlanjut secara daring (online).

"Tatap mukanya dihentikan dulu untuk sementara dan sekarang belajarnya online," ujar Suwardi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Senin (19/4/2021).

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved